MEDAN — PW ISMI Sumatera Utara tidak hanya sekadar berganti kepengurusan. Dalam pelantikan yang digelar di Aula Gedung BPSDM Provinsi Sumut itu, organisasi ini langsung meluncurkan tiga jurnal ilmiah sekaligus sebagai bukti keseriusan mendorong ekosistem riset.
Ketiga jurnal tersebut adalah AL-MURUAH (jurnal Studi Islam dan Kajian Melayu), IMPERIUM (jurnal Politik, Hukum dan Pemerintahan), serta Sosionomics (jurnal Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial). Peluncuran ini menjadi salah satu program strategis untuk memastikan setiap rekomendasi yang lahir dari ISMI memiliki dasar akademik yang kuat.
Ketua PW ISMI Sumut, Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag, menegaskan bahwa kepengurusan yang baru dilantik merupakan representasi para pemikir dari berbagai disiplin ilmu. "Keberagaman ini menjadi kekuatan bagi ISMI untuk memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah dan masyarakat Melayu, khususnya di Sumatera Utara," ujarnya.
Ia menyebut ISMI hadir bukan sekadar organisasi adat atau budaya, melainkan sebagai rumah besar para intelektual yang siap mengawal pembangunan daerah. "Kami ingin memastikan ISMI hadir bukan hanya sebagai organisasi intelektual, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah," kata Nispul.
Ketua Umum PB ISMI, Nizhamul, SE, MM, mengingatkan bahwa para sarjana Melayu memiliki tanggung jawab intelektual yang tidak bisa ditawar. "Setiap pengurus harus mampu menghadirkan pemikiran yang solutif, berbasis riset, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta pemerintah," tegasnya.
Pesan itu selaras dengan harapan Kepala Kesbangpol Provinsi Sumut, Dr. Mulyono, S.T, MT, yang hadir mewakili Gubernur. Ia menyebut pemerintah daerah sangat membutuhkan dukungan organisasi intelektual untuk memperkuat pembangunan dan menjaga kohesi sosial masyarakat.
Ketua Dewan Pembina PB ISMI, Tun Dr. Rahmat Shah, mengungkapkan bahwa saat ini dirinya tengah mempersiapkan pembangunan pusat kegiatan budaya Melayu. "Selama ini kita belum memiliki pusat kegiatan yang representatif. Insya Allah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, masyarakat Melayu akan memiliki tempat yang dapat dimanfaatkan bersama," katanya.
Pusat tersebut nantinya direncanakan menjadi lokasi berbagai kegiatan, mulai dari diskusi, seminar, penelitian, hingga pengembangan literasi Melayu. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga marwah dan peradaban Melayu di Sumatera Utara.
PW ISMI Sumut periode 2026–2030 diketuai oleh Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag, dengan Ismail Marzuki, S.Pd.I sebagai sekretaris, dan Dr. Sri Rezeki, M.Si sebagai bendahara. Kepengurusan diperkuat oleh akademisi, profesional, tokoh masyarakat, dan cendekiawan dari berbagai disiplin ilmu.