SUMATERA UTARA — Kebutuhan penyimpanan di ponsel terus bertambah seiring ukuran aplikasi, game, dan file media yang kian besar. Produsen Android kini lebih sering mengandalkan penyimpanan internal besar ketimbang menyediakan slot microSD. Jika kamu salah satu pengguna yang mulai panik melihat notifikasi “storage full”, setidaknya ada tiga cara memperluas ruang tanpa kartu memori.
Solusi paling instan adalah cloud storage. Google One menjadi pilihan utama karena terintegrasi langsung dengan Android. Setiap akun Google mendapat jatah 15GB gratis, yang dipakai bersama untuk Google Photos, Google Drive, dan cadangan sistem.
Jumlah itu cepat penuh, terutama jika kamu mengaktifkan backup otomatis foto dan video. Langganan Google One berbayar memberi kuota tambahan mulai dari 100GB (sekitar Rp 25.000/bulan) hingga 2TB.
Kelemahan cloud storage adalah ketergantungan pada koneksi internet. Sinkronisasi otomatis memang praktis, tapi mengakses file besar tanpa jaringan tetap merepotkan. Alternatif lain seperti Dropbox atau OneDrive juga tersedia dengan harga yang bervariasi.
Jika malas membayar langganan bulanan, penyimpanan eksternal fisik bisa jadi jawaban. Hampir semua Android mendukung USB OTG (On-The-Go). Cukup colokkan flash drive atau SSD eksternal melalui kabel USB-C, dan file manager bawaan langsung bisa membaca isinya.
Beberapa ponsel mewajibkan kamu mengaktifkan opsi OTG di pengaturan terlebih dulu. Setelah itu, transfer file berjalan dengan kecepatan yang bergantung pada standar USB-C di ponsel dan kecepatan baca drive. SSD eksternal modern umumnya sudah menyertakan kabel USB-C ke USB-C sehingga tak butuh adaptor tambahan.
Bagi pengguna yang sering memindahkan file besar, flash drive USB-C bentukannya kecil dan praktis. Bahkan, ponsel flagship tertentu—misalnya Galaxy S26 Ultra—bisa merekam video 8K langsung ke SSD eksternal yang kompatibel.
Meski slot microSD kian langka, bukan berarti kartu memori tidak berguna sama sekali. Kamu tetap bisa memanfaatkan kartu SD berukuran penuh (full-sized) menggunakan adaptor USB OTG. Cara ini berguna jika kamu memiliki sisa kartu SD dari kamera atau perangkat lain.
Di sisi lain, masih ada segelintir ponsel Android yang mempertahankan slot microSD. Android versi terbaru bahkan mendukung pemindahan aplikasi ke kartu SD secara native—dulu butuh aplikasi pihak ketiga. Sayangnya, jumlah ponsel dengan slot ini terus menurun, terutama di lini flagship.
Intinya, pilihan terbaik tergantung kebiasaan penggunaan. Jika selalu online dan tidak keberatan dengan biaya rutin, cloud storage paling sederhana. Untuk file besar yang jarang diakses, SSD eksternal lebih hemat jangka panjang. Sedangkan bagi yang masih beruntung memiliki ponsel dengan slot microSD, kartu memori tetap menjadi cara termurah dan paling langsung.