SUMATERA UTARA — Gugatan DOJ terhadap Apple diajukan pada 2024 sebagai bagian dari penyelidikan antimonopoli besar-besaran terhadap raksasa teknologi. Pemerintah AS menuduh Apple telah membuat pelanggan "kecanduan" platformnya melalui praktik anti-persaingan yang berlangsung lama.
Menurut laporan Bloomberg, Apple telah mengajukan beberapa tawaran dan kini memasuki tahap pembicaraan awal dengan DOJ. Meski demikian, sumber Bloomberg menyatakan tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai.
Sebelumnya, Apple sempat berupaya meminta gugatan tersebut dibatalkan tahun lalu, namun upaya itu gagal. Hingga saat ini, jadwal persidangan belum ditetapkan.
Dalam gugatannya, DOJ menuding Apple membatasi sejumlah praktik yang merugikan kompetitor dan konsumen. Beberapa poin utama yang disorot meliputi:
Sejak gugatan dilayangkan, Apple telah melakukan sejumlah perubahan kebijakan yang secara langsung menjawab tuntutan DOJ. Bloomberg mencatat langkah-langkah ini telah memperlemah posisi pemerintah dalam kasus tersebut.
Perubahan kebijakan ini menjadi faktor kunci yang mendorong kedua belah pihak untuk mempertimbangkan penyelesaian di luar pengadilan. Namun, pengamat menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan hasil akhir negosiasi.
Jika kesepakatan tercapai, konsumen bisa melihat perubahan signifikan pada ekosistem tertutup Apple. Potensi dampaknya mencakup hadirnya aplikasi pihak ketiga yang lebih leluasa, opsi layanan cloud gaming yang lebih terbuka, serta interoperabilitas yang lebih baik antara perangkat Apple dengan produk kompetitor.
Bagi pengguna iPhone di Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Kebijakan antimonopoli di AS kerap menjadi preseden bagi regulator di negara lain, termasuk kemungkinan adaptasi kebijakan serupa oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di masa mendatang.
Negosiasi antara Apple dan DOJ diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Publik dan pelaku industri teknologi akan mengawasi apakah raksasa Cupertino ini akhirnya bersedia membuka ekosistemnya lebih lebar.