Pariwisata Toba Sepi Pengunjung, Pemkab Siapkan 10 Objek Wisata Prioritas dan Atraksi Baru

Penulis: Fajar  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 12:51:01 WIB
Dinas Pariwisata Kabupaten Toba memprioritaskan 10 objek wisata untuk revitalisasi dua tahun ke depan.

TOBA — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Toba mengidentifikasi dua kelemahan utama yang membuat sektor pariwisata belum bergerak optimal: promosi yang minim dan atraksi yang nyaris tidak ada. Kepala Disbudpar Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, menyebut kondisi ini langsung berdampak pada rendahnya angka kunjungan wisatawan.

“Setelah kita analisa perihal wisatawan yang datang itu belum sesuai dengan harapan kita, pertama promosi objek wisata kita memang kurang. Kedua, kita klasifikasi objek wisata, jangan semua kita tawarin agar setiap tahun bisa berganti,” kata Rikardo, Rabu (8/7/2026).

Klasifikasi Tiga Kategori: Prioritas, Unggulan, dan Rintisan

Alih-alih menawarkan seluruh destinasi secara bersamaan, Disbudpar Toba kini memilah objek wisata ke dalam tiga kategori. Langkah ini bertujuan memusatkan perbaikan dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Sepuluh objek masuk kategori prioritas untuk dua tahun ke depan. Di antaranya Pakkodian, Desa Adat Meat, dan Makam Sisingamangaraja yang akan segera direvitalisasi. Setelah periode tersebut, kategori unggulan akan dinaikkan statusnya menjadi prioritas agar wisatawan selalu menemukan pengalaman baru.

Atraksi Baru: Tour de Toba dan Tradisi Maranggir

Disbudpar juga menyiapkan sejumlah even sebagai daya tarik tambahan. Salah satu yang direncanakan dalam pembahasan P-APBD adalah Tour de Toba, ajang lomba sepeda dengan lintasan menyusuri pinggiran Danau Toba. Even ini sekaligus menjadi media promosi destinasi yang dilalui rute balapan.

“Di Toba kan nyaris tidak ada even. Objek wisata kita bagus dan ditambah dengan even maka wisatawan akan tertarik,” ujar Rikardo.

Selain olahraga, Disbudpar akan mengangkat kembali tradisi budaya Batak yang mulai punah, yaitu Maranggir. Ritual ini direncanakan dipertunjukkan di titik-titik objek wisata sebagai atraksi khas yang tidak bisa ditemukan di daerah lain.

Aksesibilitas Jadi Perhatian

Rikardo menambahkan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya soal promosi dan atraksi. Akses menuju destinasi juga menjadi aspek penting agar wisatawan merasa aman, nyaman, dan efisien dari segi waktu tempuh. Pemkab Toba akan terus membenahi infrastruktur pendukung seiring berjalannya program klasifikasi dan even tahunan.

Reporter: Fajar
Sumber: orbitdigitaldaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top