SIMALUNGUN — Pencarian terhadap Mula Sirait (58) yang hanyut di Sungai Bah Toguran berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia, sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian, pada Kamis (waktu setempat).
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa operasi pencarian melibatkan teknologi pemantauan udara. Tim Rescue Kantor SAR Medan yang diterjunkan ke lokasi membagi operasi menjadi dua unit.
"Kami melakukan penyisiran melalui jalur udara menggunakan drone thermal dari lokasi kejadian menuju arah hilir sungai sejauh kurang lebih dua kilometer," ujar Hery dalam keterangan resmi yang diterima di Medan.
Selain itu, tim juga melakukan pencarian menggunakan metode scouting darat. Fokus penyisiran diarahkan pada titik-titik yang dicurigai di sepanjang bantaran sungai pada sektor yang sama.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada pukul 11.26 WIB. Korban berhasil terdeteksi melalui pemantauan drone thermal pada koordinat 02°54?58.38?N 99°13?47.57?E.
Peristiwa nahas ini bermula ketika seorang saksi bernama Bunga Sianturi mendengar sepeda motor korban melintasi penyeberangan sungai menuju area perladangan. Hingga pukul 12.00 WIB, korban tidak kunjung terlihat di lokasi.
Saat saksi hendak kembali ke rumah, ia mendapati sepeda motor korban masih terparkir di penyeberangan sungai, sementara korban tidak ditemukan. Kecurigaan pun muncul dan laporan segera disampaikan kepada pihak berwenang.
Sebelum melibatkan Basarnas, kepolisian setempat bersama masyarakat terlebih dahulu melakukan pencarian. Namun, upaya awal belum membuahkan hasil hingga akhirnya mereka melaporkan kejadian ini ke Kantor Basarnas Kelas A Medan.
Setelah ditemukan, tim SAR gabungan langsung melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Pada hari kedua pelaksanaan operasi SAR, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban atas nama Mula Sirait dalam keadaan meninggal dunia," kata Hery Marantika.
Atas peristiwa ini, pihaknya bersama tim SAR gabungan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.
Pasca-kejadian, Basarnas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko di sekitar sungai. Imbauan ini terutama ditujukan bagi warga yang beraktivitas di dekat aliran sungai saat musim hujan dan kondisi arus deras.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Basarnas mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi.