MEDAN — Peringatan dini ini dirilis BMKG Sumut pada pukul 19.00 WIB. Pada fase awal, hujan lebat terpantau di empat kabupaten: Langkat, Deli Serdang, Simalungun, dan Serdang Bedagai. Wilayah seperti Pangkalan Susu di Langkat, Galang di Deli Serdang, serta Pantai Cermin di Serdang Bedagai masuk dalam zona yang perlu diwaspadai.
BMKG merinci, di Kabupaten Langkat, kecamatan yang berpotensi terdampak meliputi Besitang, Brandan Barat, dan Pematang Jaya. Sementara di Deli Serdang, wilayah siaga meliputi Pagar Merbau, Pantai Labu, dan Beringin. Di Simalungun, hujan deras diperkirakan mengguyur Bosar Maligas, Dolok Batu Nanggar, dan Ujung Padang. Adapun di Serdang Bedagai, kawasan Pantai Cermin, Perbaungan, dan Pegajahan juga masuk dalam daftar.
BMKG memperkirakan area hujan akan terus meluas ke kota-kota besar. Hampir seluruh kecamatan di Kota Medan diprediksi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang. Kota Binjai, Pematangsiantar, Tebing Tinggi, dan Tanjungbalai juga masuk dalam zona peringatan.
Tak hanya itu, kawasan Danau Toba yang menjadi tujuan wisata utama Sumut juga berpotensi terkena dampak. Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Karo, hingga Asahan dan Batu Bara ikut masuk dalam prakiraan cuaca ekstrem.
Masyarakat diimbau mewaspadai genangan air dan banjir lokal, terutama di ruas jalan dengan drainase terbatas di perkotaan. Di kawasan dataran tinggi seperti Kabupaten Karo dan sekitar Danau Toba, hujan lebat berpotensi memicu longsor di lereng curam. BMKG juga memperingatkan aktivitas pelayaran di perairan Danau Toba agar waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang disertai angin kencang.
Fenomena ini dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif yang berkembang cepat pada sore hingga malam hari. Kondisi geografis Sumut yang memiliki pegunungan, dataran rendah, pesisir, dan perairan luas seperti Danau Toba menjadi faktor pendukung terbentuknya awan Cumulonimbus. Awan inilah yang menyebabkan hujan lebat, petir, dan hembusan angin lebih kuat dari kondisi normal.
BMKG mengimbau warga menghindari tempat terbuka saat terjadi petir dan tidak berteduh di bawah pohon besar. Pengendara diminta ekstra hati-hati saat melintas di tengah hujan deras karena jarak pandang menurun drastis. Bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, antisipasi perlu dilakukan hingga peringatan dini ini dinyatakan berakhir.
Peringatan dini cuaca ini berlaku hingga pukul 22.10 WIB, atau akan diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer yang terus dipantau oleh BMKG Sumatera Utara.