Wali Kota Medan Rico Waas Beberkan Strategi Ketahanan Pangan: Kolaborasi dengan 3 Daerah Penghasil Jadi Kunci

Penulis: Fajar  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 17:07:01 WIB
Wali Kota Medan Rico Waas menjelaskan strategi ketahanan pangan melalui kolaborasi dengan tiga daerah penghasil pangan.

MEDAN — Pemerintah Kota Medan tidak lagi membidik swasembada pangan dari wilayahnya sendiri. Keterbatasan lahan pertanian di perkotaan membuat strategi itu mustahil dijalankan. Sebagai gantinya, Pemkot mengandalkan kolaborasi dengan tiga kabupaten tetangga untuk menjamin pasokan kebutuhan pokok warganya.

Wali Kota Medan Rico Waas menyebut kerja sama itu sebagai kunci utama ketahanan pangan kota. "Kuncinya adalah kolaborasi antardaerah untuk memastikan jalur distribusi pangan dari daerah penghasil masuk ke Medan tanpa hambatan," kata Rico dalam Forum Pangan Nasional Rakernas APEKSI XVIII, beberapa waktu lalu.

Tiga Kabupaten Pemasok Utama Pangan Medan

Dalam praktiknya, Pemkot Medan menjalin kemitraan dengan tiga daerah penghasil pangan di Sumatera Utara. Mereka adalah Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.

Ketiga daerah itu menjadi pemasok utama berbagai komoditas yang dibutuhkan masyarakat Medan, mulai dari sayuran, cabai, hingga bahan pokok lainnya. Tanpa pasokan dari daerah-daerah tersebut, harga pangan di Medan bisa melonjak tak terkendali.

Pelajaran dari Lonjakan Harga Cabai

Pengalaman lonjakan harga cabai yang pernah terjadi menjadi contoh nyata pentingnya menjaga rantai pasok. Ketika produksi dari daerah penghasil terganggu akibat cuaca ekstrem, dampaknya langsung terasa di pasar-pasar Medan.

Rico Waas menekankan, kerja sama antardaerah juga berperan menekan gejolak harga ketika produksi terganggu. "Pengalaman lonjakan harga cabai yang pernah terjadi menjadi salah satu contoh pentingnya menjaga rantai pasok pangan," ujarnya.

Urban Farming Hanya Pelengkap, Bukan Solusi Utama

Di sisi lain, Pemkot Medan mulai mengembangkan inovasi pertanian perkotaan. Urban farming dan smart farming tengah dipelajari untuk diterapkan di sejumlah titik.

Namun, Wali Kota mengakui langkah tersebut tidak bisa menggantikan produksi dari daerah pertanian. Urban farming lebih berfungsi sebagai suplemen untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan memperkuat ketahanan kota menghadapi tantangan di masa depan.

Ketahanan pangan di kota besar, menurut Rico Waas, pada akhirnya bukan hanya bergantung pada hasil panen. Kelancaran distribusi, kerja sama antardaerah, dan kemampuan pemerintah menjaga pasokan menjadi faktor yang sama pentingnya agar kebutuhan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.

Reporter: Fajar
Sumber: disrupsi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top