SUMATERA UTARA — Tim mahasiswa teknik asal Kanada ini bukan pendatang baru. Berdiri sejak 1992, mereka telah melewati 33 tahun pengembangan. Angka "92" yang terpampang di bodi mobil adalah penanda warisan itu. Kapten tim, Yohann Gourmelen, mengungkapkan bahwa hampir seluruh komponen mobil dibuat sendiri di bengkel kampus—dari papan sirkuit cetak hingga kemasan baterai. “Kalau kamu mendesainnya, kamu yang akan membuatnya. Tidak ada kiriman komponen dari luar negeri,” kata Yohann dalam wawancara dengan Electrek.
Éclipse 11, mobil sebelumnya, menggunakan konfigurasi empat roda dengan dua fairing samping dan terowongan di tengah. Kini, Éclipse 12 hadir sebagai "bullet car"—tiga roda dengan dua roda di depan dan satu roda penggerak di belakang. Posisi pengemudi juga bergeser ke tengah. Perubahan ini bukan sekadar gaya. Dengan mengurangi satu roda, tim menghemat bobot satu set suspensi. Desain simetris memudahkan fabrikasi karena cukup mendesain satu sisi lalu mencerminkannya.
Pilihan tiga roda tergolong berani untuk ajang ASC. Sebagian besar tim Amerika Utara masih setia pada empat roda karena lebih stabil di sirkuit Formula Sun Grand Prix (FSGP) yang berkelok. Namun, Éclipse sudah membuktikan diri dengan mengikuti World Solar Challenge di Australia pada 2025 menggunakan desain yang sama.
Salah satu detail teknis yang menarik adalah sistem pendingin array surya. Pada Éclipse 11, tim melihat penumpukan panas signifikan melalui kamera termal. Untuk Éclipse 12, mereka menipiskan seluruh bagian array, mengganti material dengan konduktivitas lebih baik, dan menambah lebih banyak lubang ventilasi. “Bagian ini sekarang lebih mirip sarang laba-laba dibanding versi 2024,” ujar Yohann. Hasilnya, panel berjalan lebih dingin dan merata. Energi yang tidak terbuang sebagai panas bisa dialokasikan untuk kecepatan atau jarak tempuh.
Dari segi spesifikasi, Éclipse 12 membawa setengah jumlah panel surya dari pendahulunya, namun dengan efisiensi lebih tinggi. Bobot turun drastis 45 kg, sementara kecepatan puncak tetap sama. Kapasitas baterai yang digunakan adalah spesifikasi World Solar Challenge yang lebih ketat. Namun, untuk ASC nanti, mereka akan menggunakan paket baterai yang lebih besar sesuai regulasi.
Perubahan regulasi turut memengaruhi strategi tim. Sejak 2019, batas luas panel surya adalah 4 meter persegi. World Solar Challenge di Australia kemudian memindahkan jadwal dari Oktober ke Agustus. Hari lebih pendek dan sinar matahari lebih lemah. Sebagai kompensasi, penyelenggara menaikkan batas array menjadi 6 meter persegi dan memperkecil kapasitas baterai. ASC mengadopsi aturan yang sama. “Ini berarti 50% lebih banyak energi yang bisa kami gunakan,” kata Yohann.
Éclipse juga berencana membawa lebih banyak proses ke dalam bengkel sendiri. Untuk mobil berikutnya, mereka ingin melakukan enkapsulasi sel surya sendiri—sesuatu yang hanya dilakukan segelintir tim di dunia. Proyek ini dikembangkan bersama perusahaan lokal yang memperlakukan Éclipse sebagai divisi riset dan pengembangan mereka.