MEDAN — Cuaca di Sumatera Utara dalam sepekan ke depan diprediksi tidak menentu. BMKG mengingatkan bahwa massa udara kering dari Monsun Australia yang masih aktif justru bisa memicu hujan lebat dan angin kencang di sebagian besar wilayah provinsi ini.
Martha Rosefina Manurung menjelaskan, Monsun Australia membawa massa udara kering yang mengurangi pembentukan awan pada pagi hingga siang hari. Akibatnya, suhu udara terasa lebih panas pada siang hari dan ada potensi angin kencang di beberapa titik.
Namun, situasi berbalik pada sore hari. "Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer terpantau cukup labil di Sumut yang turut mendukung proses konvektif dan terjadinya hujan yang bersifat lokal," kata Martha dalam siaran pers yang diterima Mistar, Kamis (18/6/2026).
BMKG merinci wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Daftar ini mencakup hampir seluruh daerah di Sumut, dari pesisir hingga dataran tinggi.
Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Batu Bara, Asahan, Simalungun, Toba, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, serta Humbang Hasundutan. Tak ketinggalan, wilayah kepulauan seperti Nias, Nias Barat, Nias Utara, dan Nias Selatan juga masuk dalam daftar.
Di sisi perkotaan, warga Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, dan Tanjung Balai juga diminta waspada.
Selain Monsun Australia, Martha menyebut sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Sumatera serta belokan angin turut mempengaruhi pola cuaca. Suhu permukaan laut yang masih hangat di Selat Malaka dan perairan barat Sumut juga menyuplai massa udara basah dalam jumlah cukup banyak.
Kombinasi faktor inilah yang membuat potensi hujan lebat tetap tinggi, meskipun siang hari terasa panas dan terik.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan serta mitigasi bencana yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem ini. Warga di wilayah rawan banjir dan longsor diminta untuk memantau informasi cuaca terkini dari BMKG secara berkala.