TAPANULI SELATAN — Antusiasme generasi Z dalam diskusi energi bersih terlihat jelas saat webinar berlangsung, Sabtu lalu. Mereka aktif bertanya soal peluang karier di sektor energi terbarukan hingga tantangan infrastruktur di daerah terpencil. PTAR menegaskan dukungannya terhadap edukasi ini sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Perusahaan tambang emas yang beroperasi di Batang Toru itu tak hanya bicara, tetapi sudah membangun instalasi panel surya berkapasitas 2,0 megawatt peak (MWp) pada 2022. Sistem on-grid rooftop itu dipasang di 42 bangunan di area tambang untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Setahun berselang, PTAR mengoperasikan excavator hibrida Komatsu HB365-1. Alat berat ini diklaim mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 17 persen dan memangkas emisi karbon sekitar 13 kilogram per jam. Langkah ini menjadi bukti bahwa sektor pertambangan bisa beradaptasi dengan teknologi rendah emisi.
Pada 2024, perusahaan memanfaatkan 275.000 unit Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN, setara 275 megawatt hour (MWh) listrik energi baru terbarukan. Tak berhenti di situ, PTAR juga mulai menerapkan B40—campuran 40 persen biodiesel dan 60 persen solar—untuk operasional kendaraan dan alat berat.
Di sektor pengolahan bijih, inovasi efisiensi energi terus digenjot. Instalasi Slip Energy Recovery (SER) berpotensi menghemat energi hingga 6,49 persen per bulan. Sementara teknologi Closed-Loop Energy Reclamation dengan Intelligent Torque Control pada sistem penggilingan berhasil mengurangi konsumsi listrik sebesar 4.931 gigajoule (GJ) sepanjang tahun lalu.
Salah satu terobosan yang menarik perhatian peserta webinar adalah pengolahan minyak pelumas bekas menggunakan teknologi Hypobaric Fraction Separator. Sepanjang 2024, PTAR mengolah 155,25 ton minyak pelumas bekas. Hasilnya, potensi pemanasan global yang ditekan mencapai 441.975,09 ton setara karbon dioksida (CO2e).
Angka itu menunjukkan bahwa pengelolaan limbah di industri tambang bisa berkontribusi signifikan terhadap target penurunan emisi nasional. Para peserta Gen-Z pun menyambut positif inovasi ini dan berharap praktik serupa bisa diterapkan di lebih banyak perusahaan daerah.