MEDAN — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumut memastikan seluruh rangkaian MTQ tingkat provinsi tahun ini difokuskan sebagai batu loncatan menuju ajang nasional. Wakil Ketua II LPTQ Sumut, Burhanuddin Damanik, menyatakan optimisme tinggi setelah melihat potensi peserta di sejumlah cabang unggulan seperti Syarhil Qur’an, Tilawah, dan Kaligrafi.
“Kita targetkan Sumut bisa masuk lima besar dalam MTQ Nasional yang akan digelar September mendatang di Semarang, Jawa Tengah,” ujarnya saat konferensi pers di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (11/6/2026).
Pelaksanaan MTQ Sumut 2026 tidak hanya terpusat di satu lokasi. Panitia menyiapkan tiga venue utama untuk mengakomodasi 28 golongan perlombaan. Kawasan Astaka di Deliserdang menjadi pusat kegiatan, didukung Aula Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut serta kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.
Peserta terjauh tercatat berasal dari Kota Gunungsitoli, yang menunjukkan antusiasme daerah-daerah di pesisir barat Sumut. Mereka akan bersaing di delapan cabang utama, mulai dari tilawah, tahfiz, hingga kaligrafi Alquran.
Menurut Burhanuddin, lompatan prestasi tidak bisa diraih secara instan. LPTQ Sumut telah melakukan berbagai persiapan dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas peserta, termasuk seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi, melainkan instrumen pembinaan untuk melahirkan generasi Qurani yang berkarakter.
“Keberhasilan di tingkat nasional hanya dapat diraih melalui proses pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan,” kata Burhanuddin.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyaksikan dan memeriahkan MTQ Sumut 2026. Kehadiran publik diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus kecintaan terhadap Alquran di tengah masyarakat.
Setelah MTQ tingkat provinsi rampung, kontingen terbaik Sumut akan dipersiapkan untuk berlaga di MTQ Nasional di Semarang, Jawa Tengah, pada September 2026. Target masuk lima besar menjadi motivasi tersendiri bagi para kafilah untuk memberikan performa terbaik.
Sumut sebelumnya menempati peringkat kedelapan pada MTQ Nasional edisi sebelumnya. Dengan pembinaan yang lebih terstruktur dan seleksi yang ketat, optimisme untuk memperbaiki posisi pun semakin menguat.