MEDAN — Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumut Faisal Arif Nasution mengungkapkan, dari ribuan kegiatan tersebut, 723 di antaranya merupakan pembangunan infrastruktur dan 3.709 sisanya adalah kegiatan noninfrastruktur.
“Dari total pagu tersebut, sebanyak Rp1,5 triliun sudah berkontrak,” kata Faisal dalam temu pers di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (10/6/2026).
Pemprov Sumut tidak hanya mengejar penyerapan anggaran. Faisal menegaskan, percepatan ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di daerah. “Pemprov Sumut berkomitmen untuk terus berupaya merealisasikan program pembangunan sehingga bisa cepat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ada tiga kelompok program prioritas yang diakselerasi. Pertama, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang mencakup 141 kegiatan dengan pagu Rp1,1 triliun. Program ini dikerjakan secara kolaboratif oleh sembilan OPD utama bersama perangkat daerah pendamping.
Beberapa program yang masuk dalam PHTC antara lain Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), Program Berobat Gratis, dan Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (JASKOP). Tidak hanya itu, ada pula Digitalisasi Pelayanan Publik Cepat, Responsif, Handal dan Solutif (CERDAS), Infrastruktur Strategis Terintegrasi (INSTANSI), serta Perlindungan Rakyat Melalui Restorative Justice.
Kelompok kedua adalah Proyek Strategis Daerah (PSD) yang mengakomodasi 322 kegiatan dengan total pagu anggaran Rp856 miliar. Sementara itu, Pemprov Sumut juga mengawal dua proyek berskala nasional yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan alokasi anggaran Rp986 juta.
“Diharapkan pembangunan-pembangunan ini dapat dirasakan nyata oleh masyarakat Sumut, karena program-program ini mencakup seluruh bidang dan sektor,” kata Faisal.