MEDAN — Pengerahan 11 tower emergency ini menjadi strategi utama PLN untuk memulihkan pasokan listrik yang padam setelah jaringan transmisi ambruk diterjang cuaca buruk. General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menyatakan tim teknis bekerja siang dan malam di lokasi terdampak, terutama di Serdang Bedagai, untuk menyelesaikan pembangunan konstruksi tower darurat.
Proses pemulihan tidak hanya soal mendirikan tiang. PLN harus melakukan mobilisasi material krusial, pembangunan konstruksi, hingga penguatan sistem operasi kelistrikan secara paralel. "Seluruh petugas PLN terus bekerja tanpa henti untuk mempercepat pembangunan tower emergency di lokasi-lokasi terdampak," ujar Mundhakir dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa lalu.
Logistik udara menjadi kunci percepatan proyek ini. TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat angkut berat jenis C-130 Hercules dan A400M untuk mengangkut tujuh set tower emergency ke Lanud Soewondo, Medan. Tanpa bantuan ini, mobilisasi komponen tower dari berbagai pulau bisa memakan waktu berminggu-minggu.
Dari total tujuh set yang sudah tiba, dua set diberangkatkan dari Jakarta, tiga set dari Balikpapan, dan dua set lainnya dari Banjarbaru. Empat set tower emergency sisanya masih dalam tahap pengerjaan dan didatangkan dari Sumatera Utara sendiri, Aceh, dan Sumatera Selatan. "Dukungan lintas instansi ini menunjukkan komitmen serius mengembalikan stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat," tegas Mundhakir.
PLN menyadari proses pemulihan ini masih membebani sebagian pelanggan dengan pengaturan beban atau pemadaman bergilir. Mundhakir menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak dan berjanji terus bekerja keras memulihkan kondisi.
PLN berkomitmen menyampaikan perkembangan status pemulihan secara berkala melalui kanal resmi perusahaan. Masyarakat diimbau memantau informasi terbaru atau melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile. Alternatif lain, hubungi contact center PLN 123 yang siap melayani 24 jam.
Dengan total 11 tower emergency yang dikerahkan, PLN memastikan ketersediaan pasokan listrik dapat segera pulih sepenuhnya, terutama di wilayah Serdang Bedagai yang menjadi episentrum kerusakan infrastruktur transmisi.