MEDAN — Banjir yang merendam ribuan rumah di Kota Medan dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Air sungai yang meluap kemudian merendam pemukiman warga di empat kecamatan berbeda.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, merinci dampak banjir tersebut. Dari total 1.992 rumah yang terdampak, sebanyak 30 jiwa memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops Sumut, banjir melanda empat kecamatan," ujar Sri Wahyuni di Medan, Sabtu.
Pemerintah Kota Medan bersama BPBD Sumut langsung bergerak melakukan penanganan. Tim di lapangan terus memantau tinggi muka air di daerah aliran sungai dan titik-titik rawan banjir.
Yuyun, sapaan akrab Sri Wahyuni, mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca terkini. Personel dan peralatan penanggulangan bencana telah disiagakan di lokasi terdampak.
"Berdasarkan laporan tidak ada korban luka maupun meninggal dunia," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air di sejumlah titik mulai surut. Warga yang sempat mengungsi secara bertahap kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan barang-barang yang terendam.
Pusdalops Sumut masih terus memperbarui data dampak banjir dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Banjir di Medan menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah perkotaan.