PEMATANGSIANTAR — Polres Pematangsiantar menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya tetap aman dan kondusif. Operasi yang melibatkan puluhan personel ini menyasar titik-titik rawan kejahatan dan penyakit masyarakat di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Dalam pelaksanaan KRYD, jajaran Polres Pematangsiantar melakukan sejumlah tindakan preventif dan represif. Kegiatan tersebut meliputi razia senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam), patroli dialogis skala besar, serta penertiban terhadap potensi gangguan kamtibmas lainnya.
Personel gabungan dari Satuan Intelkam, Satuan Reserse Kriminal, Satuan Lalu Lintas, dan Samapta diterjunkan ke lapangan. Mereka menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan, seperti pusat keramaian, pemukiman padat penduduk, dan titik-titik yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya para pemuda hingga larut malam.
KRYD ini digelar sebagai respons terhadap dinamika keamanan di Kota Pematangsiantar. Pihak kepolisian ingin memastikan tidak ada celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi, terutama setelah aktivitas masyarakat yang meningkat.
Kapolres Pematangsiantar melalui Kasi Humas menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada warga. "Kami ingin masyarakat merasa nyaman beraktivitas. KRYD ini akan terus kami tingkatkan secara berkala," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Kehadiran polisi di lapangan mendapat respons positif dari sebagian warga. Mereka menilai patroli skala besar ini efektif menekan angka kriminalitas jalanan, seperti pencurian dan perampasan.
Polres Pematangsiantar berencana melanjutkan program KRYD secara periodik, terutama menjelang akhir pekan dan hari libur nasional. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap potensi gangguan ke pihak berwajib melalui layanan darurat yang telah disediakan.