MEDAN — UMSU berhasil melesat ke peringkat keempat nasional pemeringkatan SINTA, melampaui sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah besar seperti UAD, UMM, UMY, dan UMJ. Capaian ini menjadi dasar pemberian insentif publikasi yang nilainya meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ketua LPPM UMSU Assoc. Prof. Dr. Muhammad Fitra Zambak melaporkan, insentif diberikan dalam dua batch dengan total Rp2,8 miliar. Batch pertama senilai Rp1,4 miliar telah diserahkan sebelumnya, disusul batch kedua dengan nominal yang sama.
Peningkatan dokumen Scopus UMSU mencapai 762 dokumen, naik dari 672 dokumen pada periode sebelumnya. UMSU juga tercatat sebagai peraih pendanaan hibah LLDikti Wilayah 1 terbanyak dengan 34 proposal yang lolos seleksi.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim mengungkapkan, masuknya UMSU ke pemeringkatan SCImago Institutions Rankings merupakan mimpi yang sejak 2018 lalu terus diperjuangkan. "Reputasi internasional perguruan tinggi saat ini tidak bisa dipisahkan dari publikasi dan kolaborasi internasional," ujarnya.
UMSU kini berada di peringkat keempat nasional SINTA, posisi yang sebelumnya sulit dibayangkan. Prof. Akrim menargetkan seluruh dosen UMSU telah memiliki ID Scopus pada tahun 2030 untuk memperkuat rekognisi global.
Sebelum penyerahan insentif, UMSU telah melakukan pendampingan kepada sekitar 670 dosen untuk program penelitian hibah Dikti tahun 2027. Pendampingan mencakup pencegahan plagiarisme dan pengembangan riset berbasis produk.
Ketua Badan Pembina Harian UMSU Prof. Dr. Agussani menekankan bahwa capaian saat ini merupakan hasil perencanaan strategis yang dijaga konsisten sejak lebih dari satu dekade lalu. "Sebuah perencanaan yang dilakukan dan dijaga dengan baik maka akan menghasilkan yang baik," katanya.
Insentif diserahkan secara simbolis oleh Rektor UMSU bersama Ketua BPH Prof. Dr. Agussani, Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin, Ketua LPPM, dan Sekretaris BPH Dr. Muthalib. Prof. Akrim berharap capaian ini memotivasi lebih banyak dosen untuk mempublikasikan risetnya di jurnal bereputasi internasional.