MEDAN — UIN Sumatera Utara Medan resmi membuka proses registrasi UKT dan pendaftaran ulang bagi calon mahasiswa baru yang lulus melalui jalur SNBT tahun akademik 2026. Langkah ini menjadi penentu bagi ribuan peserta untuk resmi menjadi mahasiswa di kampus negeri tersebut.
Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN Sumatera Utara Medan menetapkan jadwal ketat bagi calon mahasiswa. Proses registrasi pembayaran UKT dan daftar ulang sudah dimulai sejak pengumuman kelulusan dirilis.
Calon mahasiswa diwajibkan mengakses portal resmi PMB UIN Sumatera Utara untuk mengisi data dan memverifikasi besaran UKT yang dibebankan. Besaran UKT ditentukan berdasarkan hasil verifikasi data ekonomi keluarga yang telah diisi saat pendaftaran SNBT.
Setelah melakukan registrasi UKT, calon mahasiswa harus menyelesaikan serangkaian proses administrasi daring. Berikut adalah fakta singkat terkait tahapan yang harus dilalui:
Panitia menegaskan bahwa ketidaklengkapan berkas atau keterlambatan pembayaran UKT berakibat pada pembatalan status kelulusan calon mahasiswa.
Bagi calon mahasiswa yang tidak melakukan registrasi UKT dan pendaftaran ulang hingga batas waktu yang ditentukan, status kelulusannya akan otomatis dicabut. Pihak kampus tidak akan memberikan toleransi perpanjangan waktu di luar ketentuan yang telah diumumkan secara resmi.
“Kami mengimbau seluruh calon mahasiswa untuk segera menyelesaikan proses ini. Jangan menunggu hingga hari terakhir karena akan ada risiko gagal sistem atau kendala teknis lainnya,” demikian pernyataan dari panitia PMB UIN Sumatera Utara Medan dalam pengumuman resmi.
Untuk menghindari kesalahan informasi, seluruh calon mahasiswa disarankan hanya merujuk pada pengumuman resmi yang diterbitkan melalui laman pmb.uinsu.ac.id. Panitia juga menyediakan layanan helpdesk untuk menjawab pertanyaan seputar registrasi UKT dan pendaftaran ulang.
Calon mahasiswa yang mengalami kendala teknis atau administratif dapat menghubungi kontak resmi yang tercantum di portal PMB. Pastikan data yang dihubungi adalah nomor resmi kampus untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan panitia penerimaan mahasiswa baru.