TAPANULI UTARA — Dua gelombang panen ikan nila di Keramba Jaring Apung (KJA) milik BUMDes Saurdot, Desa Hutalontung, menghasilkan total 2.337 kilogram. Perinciannya, panen pertama mencapai 1.542 kilogram dan panen kedua sebanyak 795 kilogram. Saat ini, dua unit keramba lainnya masih dalam tahap pembesaran dan belum dipanen.
Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan yang memimpin langsung panen raya pada Rabu (20/5/2026) memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, BUMDes Saurdot menjadi contoh nyata bahwa dana desa dapat dikelola secara profesional dan berorientasi bisnis.
“BUMDes Saurdot ini harus menjadi contoh dan role model bagi BUMDes lain di Kabupaten Tapanuli Utara. Anggarannya benar-benar menyentuh sektor produktif, bukan habis di biaya sumber daya manusia,” tegas Wakil Bupati.
Direktur BUMDes Saurdot, Josben Rajagukguk, mengungkapkan bahwa usaha ini didukung penyertaan modal dari Dana Desa Tahun 2025 sebesar Rp259 juta. Dana tersebut digunakan untuk mengadakan empat unit keramba, bibit ikan, dan pakan.
Pj. Kepala Desa Hutalontung, Martani Rajagukguk, menjelaskan bahwa pengembangan KJA menjadi pilihan strategis karena desa tidak memiliki areal persawahan. Saat ini, BUMDes Saurdot mengelola dua sektor utama: pariwisata melalui homestay dan ketahanan pangan berbasis perikanan darat.
Untuk menjaga keberlanjutan usaha, Wakil Bupati meminta Dinas Ketahanan Pangan membantu menekan biaya produksi. Langkah yang disarankan meliputi penyediaan bibit unggul dan formulasi pakan alternatif yang lebih murah. Selain itu, pengelola BUMDes didorong memanfaatkan akses pembiayaan dari Bank Sumut guna memperluas usaha budidaya.
Keberhasilan program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan desa, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan membantu memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat sekitar. Kegiatan panen raya turut dihadiri Plt. Kepala Dinas PMD Tumbur Hutasoit, Kadis Kominfo Donna Situmeang, Kasat Pol PP Jakkon Marbun, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Camat Muara, dan warga setempat.