Bupati Taput Tinjau Langsung Pabrik Kopi di Siborongborong, Petani Diajak Jaga Kualitas Demi Harga Ekspor

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 15:25:01 WIB
Bupati Tapanuli Utara meninjau proses produksi kopi ekspor di PT Sumatera Specialty Coffees, Siborongborong.

SIBORONGBORONG — Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP) menyambangi fasilitas produksi kopi milik PT Sumatera Specialty Coffees di kawasan Jetun, Kecamatan Siborongborong, Selasa (19/5/2026). Rombongan Forkopimda ikut mendampingi, termasuk Kapolres AKBP Ernis Sitinjak dan Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon.

Proses Produksi Kopi Ekspor Ditinjau Langsung

Bupati tidak sekadar bersalaman. Ia memeriksa seluruh lini pengolahan, mulai dari penerimaan buah ceri hasil panen petani, penyortiran, hingga pengeringan biji kopi yang biasa dikirim ke pasar ekspor. Manajemen perusahaan menyambut kedatangan kepala daerah bersama ratusan pekerja lokal yang mayoritas warga asli Tapanuli Utara.

Suasana berubah hangat saat Bupati meninggalkan ruang produksi dan langsung berdialog dengan petani yang tengah mengantarkan hasil panen. Percakapan soal kualitas biji dan fluktuasi harga kopi di pasaran menjadi topik utama.

“Kopi adalah Emas Hijau Tapanuli Utara”

Di hadapan para pekerja, Bupati JTP menyebut industri ini sebagai jembatan antara petani dan pasar global. Ia menekankan pentingnya sinergi antara budidaya yang tekun, regulasi yang mendukung, dan industri pengolahan yang profesional.

“Kehadiran industri seperti ini sangat penting untuk membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kopi kita,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kopi adalah komoditas strategis yang potensinya masih bisa digali lebih dalam. “Kopi adalah emas hijau Tapanuli Utara. Melalui sinergi antara petani yang tekun, regulasi pemerintah yang mendukung, dan industri pengolahan yang profesional, kita harus memastikan kopi kita tidak hanya unggul dari segi kuantitas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani lokal,” tegasnya.

Stabilitas Harga Jadi Perhatian Utama

Diskusi dengan Forkopimda, manajemen, dan perwakilan petani juga menyentuh soal strategi pengembangan kopi unggulan. Pembahasan meliputi peningkatan kualitas budidaya, penerapan standar pascapanen, hingga menjaga stabilitas harga agar kopi khas Tapanuli Utara tetap kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat kolaborasi tiga pihak: pemerintah daerah sebagai regulator, pelaku industri sebagai offtaker, dan petani sebagai pemasok utama bahan baku. Jika rantai ini berjalan mulus, petani lokal bukan hanya sekadar penjual ceri kopi, melainkan mitra dalam rantai nilai global.

Reporter: Sutomo
Sumber: metrorakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top