Gubernur Bobby Nasution Paparkan Hilirisasi Sawit dan Pertumbuhan Ekonomi Sumut ke Dubes Australia

Penulis: Fajar  •  Senin, 18 Mei 2026 | 18:12:01 WIB
Gubernur Bobby Nasution menjelaskan potensi hilirisasi sawit kepada Dubes Australia di Medan.

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (12/5/2026). Pertemuan ini menjadi ajang promosi potensi daerah di hadapan perwakilan negara sahabat.

Mengapa Sumut Disebut Gerbang Investasi Indonesia Barat?

Bobby menekankan posisi geografis Sumut yang berada di jalur strategis Selat Malaka. Menurutnya, kondisi ini membuka peluang besar di sektor investasi, perdagangan, dan kerja sama internasional, termasuk dengan Australia.

“Sumatera Utara memiliki posisi geografis yang strategis sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat melalui Selat Malaka. Kondisi ini membuka banyak peluang investasi, perdagangan, dan kerja sama internasional, termasuk dengan Australia,” ujar Bobby dalam keterangan yang diterima redaksi.

Angka Pertumbuhan Ekonomi 4,53 Persen Jadi Modal Tawar

Selain mempromosikan letak geografis, orang nomor satu di Sumut itu juga memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi daerah tahun 2025 yang tercatat sebesar 4,53 persen. Ia menyebut angka itu terus dijaga melalui penguatan berbagai sektor strategis.

Sektor pertanian dan perkebunan, khususnya kelapa sawit, menjadi salah satu penopang utama perekonomian Sumut maupun nasional. Karena itu, Pemprov Sumut mendukung kebijakan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah pusat agar produk sawit memberikan nilai tambah lebih besar bagi daerah.

Hilirisasi Sawit: dari CPO Ekspor ke Produk Olahan Dalam Negeri

Bobby menjelaskan bahwa kebijakan hilirisasi kelapa sawit menjadi prioritas. Ia menegaskan bahwa produk crude palm oil (CPO) tidak hanya diekspor mentah, tetapi harus diolah dan dimanfaatkan di dalam negeri.

“Pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan hilirisasi kelapa sawit. Produk CPO tidak hanya diekspor, tetapi juga harus diolah dan dimanfaatkan di dalam negeri agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah,” kata Bobby.

Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dan menyerap tenaga kerja di sektor industri pengolahan.

Pendampingan dari Jajaran Pemprov Sumut

Turut mendampingi Gubernur dalam pertemuan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung, Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Dedi Jaminsyah Putra, serta Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga.

Kunjungan Dubes Australia ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Sumut. Dengan posisi geografis yang strategis dan pertumbuhan ekonomi yang terjaga, Sumut optimistis mampu menarik minat investor asing, khususnya dari Australia, untuk menanamkan modal di berbagai sektor unggulan daerah.

Reporter: Fajar
Sumber: metrorakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top