American Innovation Project (AIP) resmi merekrut spesialis kebijakan kripto Jacob Smagula dan Hugo Swangstu untuk memperkuat advokasi aset digital di Kongres Amerika Serikat. Langkah ini menandai upaya masif industri kripto global dalam mengamankan regulasi yang lebih bersahabat di pusat kekuasaan dunia. Smagula membawa pengalaman praktis dari raksasa penambangan bitcoin MARA ke Capitol Hill.
American Innovation Project (AIP), organisasi advokasi non-profit, memperluas cakupan pengaruhnya dengan menarik talenta dari industri kripto masuk ke dalam lingkaran pembuat kebijakan. Jacob Smagula, yang memiliki rekam jejak di tim hubungan pemerintah pada perusahaan penambangan bitcoin publik MARA, resmi bergabung untuk membantu kantor Perwakilan Demokrat Ritchie Torres.
Smagula bukan orang baru di ekosistem aset digital. Selain pengalamannya di MARA, ia saat ini masih aktif dalam tim kebijakan di DeFi Education Fund. Penunjukannya melalui program Policy Innovation Fellowship bertujuan memberikan pemahaman teknis yang mendalam bagi para staf kongres dalam menyusun undang-undang teknologi masa depan.
Kehadiran Smagula di Washington menjadi sinyal kuat bahwa industri kripto tidak lagi sekadar menunggu regulasi, melainkan aktif mengirimkan "orang dalam" untuk mengedukasi regulator. Smagula sebelumnya pernah magang untuk Perwakilan Jake Auchincloss dan Senator Angus King, memberinya navigasi yang matang di koridor kekuasaan Capitol Hill.
Selain Smagula, AIP menunjuk Hugo Swangstu untuk bertugas di kantor Perwakilan Shomari Figures. Swangstu merupakan lulusan University of Washington yang sebelumnya memiliki pengalaman magang di bawah Perwakilan Adam Smith. Keduanya akan menjadi jembatan antara kompleksitas teknologi blockchain dan kebutuhan regulasi yang praktis.
"Generasi pembuat kebijakan berikutnya harus memahami teknologi yang membentuk kembali ekonomi, keamanan nasional, dan kehidupan sehari-hari kita," ujar Ritchie Torres dalam pernyataan resminya. Komentar ini menegaskan urgensi bagi para legislator untuk tidak lagi gagap teknologi saat berhadapan dengan inovasi digital yang bergerak cepat.
AIP didirikan pada Agustus 2025 dengan dukungan finansial yang sangat kuat dari pemain utama industri. Nama-nama besar seperti Coinbase, Kraken, Andreessen Horowitz (a16z), dan Uniswap Labs tercatat sebagai pendukung organisasi ini. Ada pula kontribusi dari Digital Currency Group dan Cedar Innovation Foundation.
Fokus utama AIP mencakup dua pilar teknologi yang sedang menjadi sorotan global: kecerdasan buatan (AI) dan aset digital. Dengan dukungan dana dari modal ventura papan atas, organisasi ini berupaya memastikan Amerika Serikat tetap kompetitif di tengah persaingan teknologi global yang kian memanas.
Allie Page, Direktur Eksekutif AIP, menekankan pentingnya membawa talenta dengan keahlian teknis nyata ke dalam proses pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil para legislator saat ini akan menentukan posisi AS dalam peta persaingan AI dan kripto selama dekade mendatang.
Manuver AIP ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan hukum terhadap protokol terdesentralisasi. Salah satu contoh terbaru adalah upaya hukum Aave di pengadilan federal New York untuk mencairkan dana Ether (ETH) senilai 71 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,13 triliun yang membeku akibat sanksi terkait Korea Utara.
Keterlibatan aktif para ahli kripto di pemerintahan diharapkan mampu meminimalisir kebijakan yang salah sasaran. Bagi pelaku pasar di Indonesia, pergeseran kebijakan di Washington biasanya menjadi rujukan bagi regulator lokal seperti Bappebti dan OJK dalam menyusun kerangka aturan aset digital nasional.
Langkah AIP membuktikan bahwa lobi teknologi kini bergeser dari sekadar pertemuan formal menjadi penempatan pakar teknis langsung di meja kerja para politisi. Strategi ini kemungkinan besar akan diadopsi oleh sektor teknologi lain guna memastikan suara industri terdengar sebelum draf hukum disahkan menjadi undang-undang.