JAKARTA — Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu melakukan pertemuan strategis dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, akhir April 2026. Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan visi percepatan pembangunan daerah melalui integrasi teknologi modern dan penguatan sektor pariwisata.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati didampingi jajaran pejabat teras Pemkab Toba, mulai dari Asisten II Jonni Lubis, Kadis PUPR Gumianto Simangunsong, hingga Kabag Hukum Hulman Siagian. Agenda ini menghasilkan poin-poin penting yang akan menjadi dasar tindakan lanjut kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga nasional.
Sektor pertanian menjadi salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Pemkab Toba berencana menggandeng Institut Teknologi Del untuk membangun aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan produktivitas petani lokal secara signifikan.
Langkah ini diambil agar sistem pertanian di Kabupaten Toba tidak lagi dikelola secara konvensional. Penggunaan teknologi diharapkan mampu memberikan data akurat bagi petani, mulai dari masa tanam hingga pemantauan hasil panen yang lebih efisien dan menguntungkan warga.
Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan menekankan pentingnya kontribusi kampus Del dalam mendukung sektor ini. Pemanfaatan AI dipandang sebagai solusi responsif untuk menjawab tantangan kedaulatan pangan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar Danau Toba.
Selain pertanian, pemerintah fokus memperluas pengembangan kawasan wisata rohani makam misionaris Pdt. DR. Ingwer Ludwig Nommensen. Penataan ini akan diintegrasikan dengan kawasan pendidikan Del untuk menciptakan pusat wisata berkualitas yang berkelanjutan.
Luhut berkomitmen memfasilitasi pengembangan kawasan tersebut dengan menjembatani komunikasi ke kementerian terkait. Hal ini dilakukan guna memastikan alokasi anggaran pusat dapat mengucur untuk pembangunan infrastruktur pendukung di lokasi tersebut pada tahun-tahun mendatang.
"Pak Luhut Binsar Panjaitan menyatakan akan membuka komunikasi dan membantu, kiranya kedepan untuk kawasan wisata rohani makam DR. IL Nomensen juga bisa dilaksanakan dan dibangun di tahun-tahun mendatang," ujar Bupati Effendi Napitupulu.
Aspek pendidikan juga tidak luput dari pembahasan. Pemkab Toba menginginkan transformasi sistem pendidikan yang mampu beradaptasi dengan era digital. Fokus utama bukan hanya pada nilai akademik, melainkan juga penguatan aspek non-akademik siswa.
Pengembangan karakter, teori kepemimpinan, serta keahlian praktis menjadi prioritas untuk mencetak generasi muda Toba yang unggul. Dukungan fasilitas seperti infrastruktur pendidikan dan operasional yang memadai terus diupayakan agar mampu menghadapi tantangan global.
Pemerintah pusat melalui DEN memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang telah direncanakan. Sinergi lintas pemangku kepentingan ini diharapkan dapat segera diimplementasikan demi meningkatkan kesejahteraan warga Toba melalui sistem yang terintegrasi.