Tim putra China resmi mempertahankan gelar juara Thomas Cup 2026 setelah menumbangkan Prancis 3-1 pada partai final, Minggu (3/5/2026). Kemenangan ini sekaligus mengakhiri kejutan Prancis yang sebelumnya tampil sebagai kuda hitam dengan menyingkirkan tim-tim raksasa, termasuk Indonesia.
Dominasi bulu tangkis Negeri Tirai Bambu masih belum tergoyahkan. Bertanding di partai puncak yang berlangsung pada Minggu (3/5/2026), armada China sukses meredam ambisi besar Prancis untuk mencetak sejarah baru. Meski sempat memberikan perlawanan sengit, skuad Prancis harus puas berdiri di podium kedua.
Prancis sebenarnya datang ke final dengan modal kepercayaan diri tinggi. Sepanjang turnamen, mereka tampil meledak dan melibas banyak tim unggulan. Salah satu korban keganasan tim asuhan pelatih Prancis ini adalah Indonesia, yang dipaksa angkat koper lebih awal sejak fase grup.
Partai pembuka menyajikan duel sengit antara tunggal putra utama, Shi Yu Qi, melawan Christo Popov. Popov sempat memberikan tekanan hebat dan memimpin perolehan angka pada awal laga. Namun, kematangan Shi Yu Qi berbicara banyak. Ia berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan poin pertama untuk China.
Kejutan besar justru terjadi di partai kedua. Tunggal putra kedua China, Li Shi Feng, secara tak terduga tumbang di tangan Alex Lanier. Hanya dalam waktu 43 menit, Lanier menghabisi Li lewat permainan dua gim langsung. Hasil ini sempat menghidupkan asa Prancis setelah skor berubah imbang menjadi 1-1.
Memasuki partai ketiga, China kembali menegaskan keunggulannya. Weng Hong Yang terlibat pertarungan alot dengan Toma Junior Popov. Melalui reli-reli panjang dan smash tajam, Weng akhirnya berhasil menyumbangkan poin kedua bagi China sekaligus meredam momentum kebangkitan tim lawan.
Kemenangan China akhirnya dipastikan melalui sektor ganda putra. Pasangan He Ji Ting/Ren Xiang Yu tampil taktis saat menghadapi wakil Prancis. Kemenangan mereka memastikan skor menjadi 3-1, yang otomatis menyegel trofi Thomas Cup 2026 tetap berada di pelukan tim putra China.
Edisi Thomas Cup 2026 ini menyisakan luka mendalam bagi pecinta bulu tangkis Tanah Air. Indonesia, yang berstatus runner-up pada edisi 2024, gagal total setelah tak mampu melewati fase grup akibat kekalahan dari Prancis. Di sisi lain, keberhasilan Prancis menembus final merupakan pencapaian tertinggi mereka sepanjang sejarah turnamen ini.
Kini, China semakin mengukuhkan diri sebagai raja bulu tangkis beregu putra dunia dengan menambah koleksi trofi di lemari juara mereka.