Tapanuli Selatan — Tito Karnavian mengapresiasi sinergi pemerintah daerah di Provinsi Sumatera Utara di bawah koordinasi Bobby Nasution yang dinilai berjalan kolaboratif dan efektif dalam mempercepat Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Penilaian tersebut disampaikan Tito saat menanggapi komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang terus melakukan penanganan bencana hingga fase pascabencana di sejumlah wilayah terdampak. Daerah yang menjadi perhatian utama antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Tapanuli Selatan, yang tercatat sebagai wilayah terdampak terparah dari total 18 kabupaten/kota di Sumut.
Atas upaya tersebut, Tito menyampaikan apresiasi atas nama Prabowo Subianto kepada para kepala daerah yang dinilai telah mengambil langkah cepat dan efisien dalam pemulihan pascabencana. Salah satu fokusnya adalah memastikan seluruh pengungsi telah dipindahkan ke hunian sementara (Huntara) atau hunian lain yang lebih layak.
“Kami apresiasi apa yang disampaikan Gubernur Sumut, Pak Bobby, terkait bantuan penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat. Saya menyampaikan terima kasih mewakili Bapak Presiden RI,” ujar Tito di sela peresmian Huntara yang dipusatkan di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (5/2/2026).
Selain itu, Tito menegaskan bahwa dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat kepada provinsi terdampak dapat digunakan sesegera mungkin sesuai Peraturan Menteri Keuangan terkait pemulihan pascabencana di Sumatera, termasuk Sumut.
“Karena ini bencana provinsi, dana TKD bisa digunakan secepatnya. Pekan depan saya siapkan petunjuk teknisnya, kemudian dibuatkan Pergub dan diberitahukan ke DPRD, sehingga tidak memerlukan pembahasan dan persetujuan dewan,” jelas Tito.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan dana pendahuluan diperbolehkan, seraya menyampaikan permohonan maaf kepada anggota DPRD Sumut yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dilakukan sesuai porsi dan kewenangan masing-masing, sekaligus mendukung percepatan pemulihan oleh pemerintah pusat.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyiapkan anggaran dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak. Namun, Bupati Tapanuli Selatan Pak Gus Irawan meminta agar bantuan tersebut dialihkan untuk perbaikan akses jalan masyarakat yang terputus akibat banjir dan longsor,” ungkap Bobby.
Ia menegaskan komitmen Pemprov Sumut sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dengan mengoordinasikan langkah bersama provinsi dan kabupaten/kota dalam memulihkan kondisi masyarakat melalui program R3P.
Sementara itu, warga Desa Tandihat, N. Dalimunthe, yang kini menempati Huntara di Kelurahan Simarpinggan, menyampaikan bahwa dirinya bersama warga terdampak telah tinggal di Huntara tersebut selama dua pekan.
“Kami sudah dua pekan tinggal di sini. Alhamdulillah sudah disiapkan tempat tidur, kamar mandi, dapur, dan fasilitas lainnya. Jauh lebih nyaman dibandingkan di pengungsian,” ujarnya.
Ia yang berprofesi sebagai petani mengaku kehilangan tempat tinggal akibat rusak berat diterjang banjir bandang. Selain kerusakan rumah, akses jalan menuju kebun juga terputus sehingga menyulitkan aktivitas ekonomi warga.
“Yang paling sulit sekarang akses jalan ke kebun yang terputus. Kami berharap ada bantuan pemerintah untuk membangun kembali jalan menuju ladang secepatnya,” harapnya.