Coffeenatics Angkat Kopi Tapanuli Selatan ke World Economic Forum Davos

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:35:04 WIB

Medan — Keberagaman potensi Indonesia kembali ditampilkan di panggung global melalui Indonesia Pavilion pada ajang World Economic Forum (WEF) Davos 2026 di Swiss. Selain peluang investasi dan inovasi, perhatian pengunjung juga tertuju pada produk unggulan Tanah Air, salah satunya kopi Sumatera yang dibawa oleh Coffeenatics.

Coffeenatics merupakan brand kopi asal Indonesia yang tumbuh dari sebuah kafe kecil lebih dari satu dekade lalu. Setelah 11 tahun berproses, usaha ini kini telah memiliki fasilitas roastery sendiri dan secara konsisten mengembangkan kopi Sumatera dengan pendekatan kualitas serta keberlanjutan.

Keikutsertaan Coffeenatics di Indonesia Pavilion tidak datang secara instan. Brand kopi ini melalui tahapan kurasi dan presentasi dengan dukungan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), hingga akhirnya terpilih mewakili kopi Indonesia di forum ekonomi dunia tersebut. Pada kesempatan ini, Coffeenatics memperkenalkan kopi spesial dari Tapanuli Selatan.

Kopi Tapanuli Selatan yang dibawa ke Davos memiliki keistimewaan lebih dari sekadar profil rasa. Wilayah asal kopi ini merupakan habitat orangutan Tapanuli, salah satu spesies primata paling langka di dunia. Melalui kolaborasi dengan petani dan organisasi lokal, Coffeenatics mendorong praktik pertanian kopi berkelanjutan yang menekankan peningkatan kualitas tanpa ekspansi lahan baru, sekaligus berkontribusi mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar.

Selama pelaksanaan WEF Davos, minat pengunjung terhadap kopi Indonesia terbilang tinggi. Di Indonesia Pavilion, Coffeenatics tercatat menyajikan sekitar 1.100 cangkir kopi kepada para delegasi dan pengunjung dari berbagai negara.

Kehadiran Coffeenatics di Davos diharapkan dapat membuka peluang kemitraan strategis dan investasi, sekaligus memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar global. Tidak hanya sebagai komoditas mentah, tetapi sebagai produk bernilai tambah yang membawa cerita asal-usul, kualitas, dan komitmen keberlanjutan.

Reporter: Redaksi
Back to top