MEDAN — WALHI Sumatera Utara menilai penetapan status bencana nasional diperlukan untuk memperkuat langkah penanganan dan mitigasi karhutla. Menurut organisasi lingkungan itu, status tersebut juga mencegah jatuhnya korban yang lebih luas akibat dampak kebakaran hutan dan lahan.
Desakan ini muncul saat kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Mengapa WALHI Sumut Menilai Karhutla Layak Berstatus Bencana Nasional
Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Sumut, Jaka Kelana Damanik, menjelaskan bahwa pihaknya mengacu pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 261/PUU-XXIII/2025. Putusan itu mengatur indikator penetapan status dan tingkat bencana nasional maupun daerah.
Dampak karhutla disebut meluas hingga lintas negara. Kabut asap dilaporkan berdampak terhadap sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina.
Cakupan wilayah terdampak yang melintasi batas negara itu dinilai telah memenuhi indikator untuk mendorong penetapan status bencana nasional.
Dampak Kabut Asap di Sumatera Utara
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Kondisi kualitas udara di Kota Medan berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Kabut asap yang berkepanjangan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. WALHI Sumut menilai pemerintah daerah perlu mendorong pemerintah pusat agar segera menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.
Tuntutan Sanksi Tegas bagi Korporasi Pelaku Karhutla
WALHI Sumut meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperkuat penanganan dan mitigasi. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah meluasnya dampak kebakaran hutan dan lahan.
Organisasi lingkungan itu juga mendesak pemerintah memberikan sanksi tegas kepada korporasi yang terbukti menjadi pelaku karhutla. Desakan ini disampaikan sebagai upaya mendorong penanganan karhutla yang lebih serius, terpadu, dan berorientasi pada perlindungan keselamatan masyarakat serta lingkungan hidup.