SUMATERA UTARA — Sebanyak 170 ibu hamil mengikuti Wisuda Kelas Ibu Hamil 2026 di Graha Wisata Niaga, Kota Surakarta. Lewat program 17 puskesmas ini, para ibu dibekali cara mengenali tanda bahaya kehamilan agar persalinan berjalan lebih aman.
Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Surakarta tercatat 40,91 per 100.000 kelahiran hidup pada 2025. Angka itu naik dibanding 2023 yang berada di level 30,72, sementara Angka Kematian Bayi (AKB) justru turun dari 4,92 menjadi 3,37 per 1.000 kelahiran hidup.
Selisih tren dua angka itu menjelaskan mengapa Pemerintah Kota Surakarta menggenjot edukasi bagi ibu hamil. Dinas Kesehatan Kota Surakarta menggandeng 17 puskesmas untuk menyelenggarakan Kelas Ibu Hamil, yang ditutup dengan wisuda di Graha Wisata Niaga, Kamis (15/10/2026).
Apa Saja yang Dipelajari di Kelas Ibu Hamil
Peserta tidak hanya mendapat ceramah soal kehamilan sehat. Materi yang diberikan mencakup tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan masa nifas, pemberian ASI, hingga cara merawat bayi baru lahir.
Bekal ini penting karena banyak komplikasi bisa dicegah kalau ibu tahu kapan harus mencari pertolongan. Kelas juga menekankan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan penanganan komplikasi tepat waktu.
Pesan Wakil Wali Kota untuk Ibu Hamil
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menegaskan, pengetahuan saja tidak cukup tanpa kesiapan ibu, keterlibatan keluarga, dan pendampingan tenaga kesehatan. Kombinasi itu yang membuat risiko komplikasi bisa dikenali lebih dini.
"Tidak boleh ada ibu hamil yang merasa berjalan sendiri, tidak mengetahui harus mencari pertolongan ke mana, atau terlambat mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan," tegas Astrid.
Astrid juga menyebut wisuda ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, momentum itu jadi titik awal para ibu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga Bukan Sekadar Penonton
Kesehatan ibu dan bayi, kata Astrid, bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Suami, keluarga, lingkungan, kader, dan tenaga medis punya peran yang sama besar.
Dukungan yang dibutuhkan bukan cuma materi. Pendampingan emosional, pemenuhan gizi, waktu istirahat cukup, sampai kemudahan mengakses layanan kesehatan termasuk di dalamnya.
Pemkot Surakarta terus memperkuat edukasi ke keluarga lewat puskesmas dan posyandu. Tujuannya agar ibu hamil rutin memeriksakan diri, paham tanda bahaya, dan segera mencari pertolongan begitu ada keluhan.
Kapan Ibu Hamil Perlu Segera ke Dokter
Kenali tanda bahaya yang tidak boleh ditunda: perdarahan, nyeri kepala hebat, pandangan kabur, bengkak mendadak di kaki dan tangan, demam tinggi, serta gerakan bayi yang berkurang. Segera ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika mengalaminya.
Ibu yang punya riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, anemia, atau pernah mengalami komplikasi kehamilan sebaiknya lebih rajin kontrol. Deteksi dini adalah kunci menekan risiko yang tidak diinginkan.
Kepada 170 peserta wisuda, Astrid berpesan agar ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang kelas. Bagikan informasi itu ke keluarga dan lingkungan sekitar, karena membangun generasi sehat dimulai sejak anak masih dalam kandungan.