Pencarian

Warga Sei Siur Langkat Resah Limbah Cair Dapur SPPG Genangi Pemukiman, Minta BGN Turun Tangan

Rabu, 14 Oktober 2026 • 13:16:02 WIB
Warga Sei Siur Langkat Resah Limbah Cair Dapur SPPG Genangi Pemukiman, Minta BGN Turun Tangan
Warga Desa Sei Siur, Langkat, mengeluhkan limbah cair dapur SPPG MBG yang menggenangi pemukiman di Jalan Teluk Kerang.

LANGKAT — Keluhan warga Desa Sei Siur, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, soal limbah cair dapur SPPG MBG mencuat setelah video kubangan limbah di kawasan itu viral. Warga yang bermukim di sekitar saluran pembuangan mengaku terus mencium aroma busuk setiap saat. Air limbah berwarna pekat itu menggenangi pemukiman di Jalan Teluk Kerang.

Dapur SPPG tersebut berada di bawah naungan Yayasan Mutiara Kharisma Insani. Warga menduga pengelola sengaja mengabaikan standar IPAL kelayakan operasional dapur MBG, khususnya pengelolaan limbah dan kesehatan lingkungan.

Acuan yang seharusnya dipatuhi adalah Permen LHK No 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Regulasi itu menjadi rujukan utama pengelolaan limbah cair dapur komunal.

Aroma Menyengat Saat Musim Panas, Air Meluap ke Halaman Rumah

Warga mengeluhkan bau busuk yang kian menyengat ketika musim panas. Saat hujan turun, air limbah berbaur dan masuk ke halaman rumah-rumah warga.

"Ampun kali baunya, Bang. Apalagi kalau musim panas, baunya sangat menyengat. Kalau musim hujan, air limbah itu berbaur masuk ke halaman rumah-rumah warga. Kayaknya, pengelola SPPG ini gak peduli dengan lingkungan rumah kami yang bau busuk. Tapi kami heran. Kenapa kok pemerintah setempat diam aja," ujar warga.

Penjaga Dapur Dikerahkan Awasi Warga yang Merekam

Pascaviralnya video kubangan limbah SPPG di Sei Siur, pihak SPPG disebut memerintahkan penjaga mengawasi warga yang mengambil foto atau video saluran limbah. Penjaga itu mempertanyakan kepentingan setiap warga yang mendokumentasikan genangan.

"Mau ngapain divideokan? Itu genangan air hujan," ujar pria penjaga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Koordinator SPPG Langkat Alihkan Konfirmasi ke Pihak Lain

Koordinator SPPG Wilayah Langkat Ali Ihsanul Huda menyarankan media menghubungi seseorang bernama Iyan saat dikonfirmasi soal permasalahan SPPG di Sei Siur Pangkalan Susu. Menurut Ali, dirinya sering berkomunikasi dengan Iyan terkait kepentingan operasional SPPG tersebut.

Konfirmasi melalui chat WhatsApp kepada Iyan sejak 6 Oktober 2026 tidak pernah dijawab hingga kini. Erizal, yang disebut-sebut sebagai pemilik Yayasan Mutiara Kharisma Insani dan pengelola SPPG Sei Siur, juga memilih bungkam saat dikonfirmasi soal limbah.

Erizal merupakan pria yang gagal saat mencalonkan diri menjadi caleg DPRD Sumut Dapil XII Binjai-Langkat dari Partai Golkar.

Warga Minta BGN dan Pemkab Langkat Bertindak

Warga berharap Kepala Badan Gizi Nasional segera turun tangan menangani persoalan limbah ini. Mereka juga mendesak Pemkab Langkat di bawah komando Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti SH menindak tegas SPPG di Sei Siur.

Dampak lingkungan dari limbah program MBG itu dinilai telah meresahkan warga yang tinggal di sekitar dapur. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPPG maupun Pemkab Langkat soal langkah penanganan yang akan diambil.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: topmetro.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks