ASAHAN — Pelepasan logistik dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan, Mohammad Azmy Ismail, mewakili Bupati Asahan. Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Asahan beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Azmy menekankan distribusi logistik sebagai tahapan krusial yang menentukan kelancaran seluruh proses demokrasi di tingkat desa. Seluruh jajaran panitia diminta memastikan setiap logistik sampai ke tujuan dengan jumlah tepat, kondisi baik, aman, dan tepat waktu.
"Kami meminta kepada seluruh jajaran Panitia Pemilihan Kabupaten, Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemilihan Desa serta seluruh petugas yang terlibat untuk memastikan setiap logistik sampai ke tujuan dengan jumlah yang tepat, dalam kondisi baik, aman dan tepat waktu," tegasnya.
43 Desa di 18 Kecamatan Ikut Pilkades Serentak
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Asahan, Darwinsyah Lubis, merinci Pilkades Serentak kali ini melibatkan 43 desa yang tersebar di 18 kecamatan. Jumlah pemilih yang berhak menyalurkan suaranya mencapai 128.133 orang, tersebar di 152 TPS.
Menjelang hari H, seluruh kebutuhan logistik telah disiapkan secara matang. Setiap armada pengangkut didampingi petugas Panitia Pemilihan Kabupaten serta personel kepolisian guna menjamin keamanan barang selama perjalanan.
Pendampingan itu juga memastikan logistik diterima oleh pihak yang berwenang di desa tujuan, sesuai prosedur serah terima yang berlaku.
Tidak Boleh Ada Satu TPS Kekurangan Logistik
Azmy menegaskan tidak boleh ada satu pun TPS yang kekurangan logistik saat hari pemilihan tiba. Setiap proses distribusi, pemeriksaan, hingga serah terima wajib dilakukan secara teliti, tertib, dan dicatat dalam dokumen administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Setiap tahapan harus terekam dalam dokumen resmi agar transparansi dan akuntabilitas terjaga dari awal hingga akhir," tambahnya.
Pemerintah kabupaten juga mengapresiasi TNI, Polri, dan seluruh unsur pengamanan yang mendampingi proses pengiriman. Koordinasi antar penyelenggara, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan aparat keamanan diminta terus dijaga hingga seluruh proses pemungutan dan penghitungan suara selesai sepenuhnya.
Pilkades Bagian dari Proses Demokrasi yang Harus Dijaga Bersama
Azmy menempatkan Pilkades bukan sekadar ajang memilih pemimpin desa. Menurutnya, seluruh tahapan harus berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
"Pilkades bukan sekadar memilih pemimpin desa, melainkan bagian dari proses demokrasi yang harus dijaga bersama agar berjalan aman, tertib, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Acara pelepasan ditutup dengan peninjauan langsung kesiapan bahan logistik oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Asahan. Peninjauan dilanjutkan sesi foto bersama sebagai tanda kesatuan tekad menjaga suksesnya Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Asahan.