ASAHAN — Rury Chintya Angelia Pardede resmi memimpin DPC PWKI Kabupaten Asahan untuk masa bakti 2026–2031. Ia menyebut jabatan yang dipercayakan kepadanya sebagai amanah yang akan dijalankan sebaik-baiknya.
Acara pelantikan berlangsung di aula Hotel Antariksa Kisaran dan dihadiri sejumlah pejabat daerah. Selain Bupati Asahan, hadir Ketua DPRD Kabupaten Asahan, sejumlah kepala OPD, Ketua DPD PWKI Provinsi Sumatera Utara, serta tamu undangan lainnya.
PWKI Diminta Berkontribusi ke Pemerintah, Gereja, dan Masyarakat
Dalam sambutannya, Rury menegaskan posisi PWKI sebagai organisasi perempuan yang punya peran lintas sektor. Menurutnya, organisasi ini tidak berhenti pada urusan internal keagamaan.
"PWKI bukan hanya sebuah organisasi, tetapi merupakan organisasi perempuan yang dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah, gereja dan masyarakat," jelasnya.
Pernyataan itu menempatkan PWKI Asahan sebagai mitra kerja yang diharapkan aktif di tiga ranah sekaligus. Kontribusi ke pemerintah, gereja, dan masyarakat disebut sebagai arah kerja kepengurusan baru.
Harapan Bupati Asahan untuk Kepengurusan Baru
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin memberikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPC PWKI Kabupaten Asahan periode 2026–2031 yang baru dilantik. Ia menyinggung peran organisasi tersebut bagi perempuan Kristen di daerah itu.
"Kehadiran DPC PWKI di Kabupaten Asahan diharapkan mampu membawa kebaikan bagi perempuan Kristen di Asahan," jelas Bupati Asahan.
Keberadaan PWKI, lanjut Bupati, diharapkan memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah.
Sinergi dengan Pemkab Asahan Jadi Sorotan
Pemerintah Kabupaten Asahan menempatkan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan sebagai mitra dalam program pembangunan. DPC PWKI Asahan kini memegang mandat lima tahun untuk mengisi posisi itu.
Susunan pengurus hasil pelantikan di Hotel Antariksa Kisaran akan menjalankan program kerja sepanjang periode 2026–2031. Arah kerja tersebut mencakup kontribusi ke pemerintah, gereja, dan masyarakat Asahan.