Pencarian

IHSG Diproyeksi Lanjut Koreksi ke 5.850, Analis Rekomendasikan DOOH hingga BMRI

Senin, 05 Oktober 2026 • 08:19:32 WIB
IHSG Diproyeksi Lanjut Koreksi ke 5.850, Analis Rekomendasikan DOOH hingga BMRI
Pergerakan IHSG di pasar modal menjadi sorotan investor pada perdagangan pekan ini.

SUMATERA UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi jangka pendek menuju area 5.850-5.911 pada perdagangan Senin (5/10), setelah ditutup menguat tipis 0,46 persen ke level 6.036 pada Jumat (2/10). Dua analis sekuritas berbeda arah pandangan, dengan MNC Sekuritas melihat tekanan lanjutan sementara Binaartha Sekuritas justru memperkirakan rebound selama level 6.015 bertahan.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave c dari wave (y), sehingga tekanan jual berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Proyeksi koreksi itu mengarah ke area 5.850-5.911.

Herditya mematok rentang pergerakan indeks pada support 5.949 dan 5.872, dengan resistance di 6.187 dan 6.297 untuk perdagangan hari ini.

Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas

Dari sisi pilihan saham, MNC Sekuritas merekomendasikan empat emiten yang dinilai punya peluang teknikal menarik di tengah tekanan indeks.

  • DOOH
  • GGRM
  • ISAT
  • NCKL

Binaartha Justru Melihat Peluang Rebound

Pandangan berbeda datang dari Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Menurutnya, IHSG berpeluang rebound pada pekan ini setelah berhasil ditutup di atas level 6.015 secara mingguan.

"Selama penutupan harian IHSG tetap berada di atas 6.015, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.180-6.250," ujar Ivan.

Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 5.850, 5.607, dan 5.314, dengan resistance di 6.247, 6.423, 6.552, dan 6.712. Untuk pilihan saham, Binaartha menjagokan AADI, BBNI, BMRI, dan INDF.

Modal Penguatan Akhir Pekan Lalu

IHSG ditutup di level 6.036 pada perdagangan Jumat (2/10) sore, menguat 27,38 poin atau 0,46 persen dibanding perdagangan sebelumnya. Penguatan tipis itu menjadi modal awal bagi indeks memasuki pekan ini.

Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi pada sesi tersebut mencapai Rp12,23 triliun dengan volume perdagangan sekitar 121,53 miliar saham dan frekuensi transaksi 1,62 juta kali.

Dari sisi breadth pasar, 319 saham menguat, 337 saham terkoreksi, dan 134 saham stagnan. Jumlah saham yang turun lebih banyak ketimbang yang naik, mencerminkan tekanan jual masih membayangi meski indeks berakhir di zona hijau.

Apa yang Perlu Dicermati Investor

Level 6.015 menjadi garis pemisah penting pekan ini. Selama IHSG bertahan di atas level itu, skenario penguatan Binaartha tetap terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan area tersebut membuka jalan bagi skenario koreksi MNC Sekuritas menuju 5.850-5.911.

Dua proyeksi yang berlawanan ini menunjukkan pasar masih mencari arah. Investor teknikal umumnya memakai level support dan resistance sebagai acuan masuk dan keluar, bukan sebagai jaminan arah indeks.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Follow inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks