MEDAN — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara mencatatkan lonjakan tajam pada pekan pertama Februari 2026. Berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan Sumut, harga TBS usia panen 10-20 tahun mencapai Rp3.720,09 per kilogram, naik sekitar 8 persen dibanding pekan sebelumnya.
Lima Kabupaten Penikmat Kenaikan Tertinggi
Kenaikan harga TBS berdampak langsung pada pendapatan petani di lima kabupaten penghasil sawit terbesar di Sumut. Kabupaten Labuhanbatu, Asahan, Simalungun, Langkat, dan Serdang Bedagai mencatatkan harga jual TBS di atas Rp3.700 per kg.
Di Labuhanbatu, harga TBS tembus Rp3.745,12 per kg, sementara di Asahan mencapai Rp3.730,50 per kg. Petani di kawasan tersebut menyebut kenaikan ini sebagai angin segar setelah harga sempat tertekan pada akhir tahun lalu.
Faktor Pendorong: Permintaan Pasar Global dan Stok Terbatas
Kenaikan harga TBS di tingkat petani dipicu oleh menguatnya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global. Permintaan dari negara tujuan ekspor seperti India dan Tiongkok meningkat dalam dua pekan terakhir.
Di sisi lain, stok CPO nasional mulai menipis memasuki masa produksi rendah. Hal ini mendorong pabrik kelapa sawit (PKS) menaikkan harga beli TBS untuk memenuhi kebutuhan bahan baku.
Dampak ke Ekonomi Petani: Daya Beli Mulai Bergerak
Kenaikan harga TBS langsung terasa di tingkat petani swadaya. Seorang petani di Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu, mengaku pendapatan per hektare naik hingga Rp500 ribu per bulan. "Ini rezeki setelah tiga bulan harga hanya di kisaran Rp3.200-an," ujarnya.
Peningkatan pendapatan ini mendorong perputaran uang di desa-desa sawit. Pedagang sembako dan bengkel motor di kawasan perkebunan melaporkan omzet naik 15-20 persen sejak harga TBS naik.
Harga Masih di Bawah Puncak 2024
Meski naik signifikan, harga TBS Sumut pekan ini masih di bawah rekor tertinggi tahun lalu yang sempat menyentuh Rp4.050 per kg. Dinas Perkebunan Sumut memperkirakan harga akan bertahan di level Rp3.600-Rp3.800 hingga akhir Februari.
Petani diimbau tidak terburu-buru menjual seluruh hasil panen. Kepala Dinas Perkebunan Sumut menyarankan petani menyimpan sebagian produksi jika harga diprediksi terus merangkak naik.