Jasa Marga Buka Opsi Buyback Saham, Fokus Jaga Likuiditas dan Ekspansi

Penulis: Saiful  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48:31 WIB
Corporate Secretary Jasa Marga Trias Andriyanto menyampaikan keterangan resmi terkait kajian opsi buyback saham perseroan.

SUMATERA UTARA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk membuka opsi pembelian kembali saham alias buyback sebagai salah satu inisiatif strategis yang tengah dikaji. Langkah itu akan diselaraskan dengan kebutuhan likuiditas perseroan serta rencana ekspansi operasional jalan tol. Perseroan menegaskan belum ada keputusan final atas aksi korporasi tersebut.

Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga, Trias Andriyanto, menyatakan setiap alternatif aksi korporasi perlu dikaji menyeluruh agar selaras dengan kondisi dan prioritas bisnis perseroan. Kajian itu mencakup dampak terhadap struktur keuangan, kebutuhan belanja modal, hingga kewajiban menjaga kualitas pelayanan jalan tol.

"Evaluasi terhadap kemungkinan opsi buyback saham didasarkan pada kajian yang komprehensif dan menyeluruh demi menjaga fundamental Perseroan," ujar Trias dalam keterangan resmi, Rabu (21/10).

Mengapa Buyback Baru Sebatas Opsi, Bukan Keputusan

Manajemen Jasa Marga menempatkan buyback sebagai salah satu dari sejumlah opsi yang terbuka, bukan keputusan yang sudah bulat. Perseroan memantau dinamika pasar modal nasional untuk memastikan arah kebijakan tetap sejalan dengan target pertumbuhan jangka panjang.

Prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik disebut menjadi rambu utama. Trias menegaskan pendekatan itu penting agar struktur keuangan tetap kokoh sambil menjaga operasional jalan tol berjalan tanpa gangguan.

Bagi pemegang saham, sinyal buyback biasanya dibaca sebagai upaya menopang harga dan likuiditas saham di pasar. Namun karena statusnya masih kajian, dampak riilnya ke pasar bergantung pada keputusan akhir dan skema yang dipilih perseroan.

Likuiditas dan Ekspansi Jadi Pertimbangan Utama

Jasa Marga mengaitkan opsi buyback dengan kebutuhan likuiditas serta rencana ekspansi operasional. Artinya, alokasi dana untuk membeli kembali saham harus bersaing dengan kebutuhan belanja konstruksi dan pemeliharaan ruas tol yang dikelola perseroan.

Trias menyebut perseroan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga pertumbuhan kinerja keuangan, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Ketiga hal itu disebut sebagai jalan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

"Dengan dukungan jaringan jalan tol yang luas dan konektivitas yang terus berkembang, kami berkomitmen menjaga kinerja yang berkelanjutan," ujarnya.

Kapan Keputusan Buyback Jasa Marga Diumumkan

Perseroan berkomitmen menyampaikan perkembangan dan keputusan terkait rencana aksi korporasi sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. Belum ada tenggat waktu spesifik yang disebutkan dalam keterangan resmi tersebut.

Investor yang menanti realisasi buyback perlu mencermati dua hal: besaran dana yang dialokasikan dan sumber pendanaannya. Tanpa rincian itu, opsi buyback masih berfungsi sebagai sinyal arah kebijakan, bukan katalis yang bisa langsung dihitung dampaknya terhadap valuasi saham.

Jasa Marga mengelola jaringan jalan tol yang luas dan terus berkembang, sehingga keputusan alokasi modal selalu bersinggungan langsung dengan prioritas pembangunan infrastruktur. Skema buyback yang tidak matang berisiko mengganggu pendanaan proyek yang sedang berjalan.

Reporter: Saiful
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top