SUMATERA UTARA — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah mengirim 3.375.490 unit mobil utuh buatan Indonesia ke lebih dari 100 negara sejak 1987 hingga September 2026. Capaian ini ditopang pemanfaatan empat perjanjian dagang bebas dan melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja serta 760 pemasok. Angka ekspor kuartal III 2026 sendiri menyentuh 223.696 unit, atau 60,3% dari total ekspor CBU nasional.
Penghargaan Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA diterima TMMIN dari Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Rabu (14/10/2026), di sela Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD, Tangerang. Ajang tersebut berlangsung 14-18 Oktober 2026 dengan tema "The Ultimate Hub for Global Sourcing".
Pencapaian ekspor tidak lepas dari strategi memanfaatkan sejumlah perjanjian dagang. TMMIN mengoptimalkan IJEPA, USDFS, ATIGA, serta IUAE-CEPA untuk membuka akses pasar ke Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.
Dari total 3.375.490 unit, pengiriman mencakup kendaraan utuh (CBU) ke lebih dari 100 negara. Ekspor juga mencakup kendaraan terurai (CKD), komponen kendaraan, mesin utuh, komponen mesin, serta dies dan jig untuk kebutuhan produksi di negara tujuan.
Pada 2026, kinerja ekspor CBU Toyota hingga kuartal ketiga mencapai 223.696 unit. Angka itu berkontribusi 60,3% terhadap total ekspor CBU nasional sebesar 371.260 unit. Capaian ini tumbuh 2,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor model elektrifikasi produksi Indonesia terus berjalan lewat Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV. Hingga kuartal III 2026, ekspor kedua model mencapai 25.752 unit, naik 64% dari periode yang sama tahun lalu.
Pada paruh kedua 2026, TMMIN akan merealisasikan ekspor HEV battery pack assembly. Langkah ini menandai pergeseran dari sekadar kendaraan utuh ke komponen pendukung ekosistem elektrifikasi.
Kegiatan produksi TMMIN melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja dan didukung 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3. Keterlibatan itu menopang produksi sekaligus kemampuan industri otomotif nasional memenuhi pasar global.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menyebut penghargaan ini bagian dari perjalanan panjang perusahaan. "Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global," ujarnya dalam siaran pers.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana menambahkan, elektrifikasi jadi peluang meningkatkan kapabilitas manufaktur. "Kami terus berupaya meningkatkan ekspor produk elektrifikasi, bukan hanya kendaraan utuh, tetapi juga komponen utamanya," kata dia.
Bagi konsumen Indonesia, capaian ekspor ini berdampak langsung pada skala produksi lokal yang menekan biaya dan menjaga ketersediaan suku cadang. Model seperti Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV yang diekspor juga dipasarkan di dalam negeri, sehingga standar produksinya relatif setara dengan versi ekspor.
Yang perlu dicermati, pertumbuhan ekspor CBU tahun ini tergolong tipis. Klaim "dipercaya sebagai basis produksi" sah, tetapi bukan berarti tanpa tantangan — porsi kendaraan elektrifikasi masih perlu dibuktikan lewat realisasi ekspor baterai HEV di semester II 2026.