Polrestabes Medan Ringkus 3 Remaja Begal Motor di Deli Serdang, Hasil Kejahatan Dipakai Beli Sabu dan Biayai Keluarga Pacar

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:16:31 WIB
Polrestabes Medan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus begal motor di Deli Serdang.

MEDAN — Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Ramadhani Bimo Setiadi mengungkapkan bahwa uang hasil kejahatan komplotan ini dipakai untuk beberapa kebutuhan sekaligus. Selain membeli sabu dan bermain slot, sebagian uang mengalir ke pacar salah satu pelaku beserta keluarganya.

"Uang digunakan untuk slot, sabu, membiayai pacar dan keluarga pacarnya," kata Bimo, Sabtu (10/10/2026).

Kronologi: Motor Korban Ditabrak Sebelum Dirampas

Peristiwa bermula ketika Dachyar Siregar melintas di Jalan Rahayu Pasar XII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan. Ia tengah mengendarai sepeda motor menuju tempat kerjanya.

Dari arah berlawanan, tiga pelaku datang mengendarai satu sepeda motor. Kendaraan mereka langsung menabrak motor korban hingga Dachyar terjatuh.

Salah satu pelaku memanfaatkan momen itu untuk merampas sepeda motor korban. Dachyar sempat berteriak meminta pertolongan, tetapi tidak ada warga yang datang menolong.

"Pelapor berteriak minta tolong, namun tidak ada yang menolong. Atas kejadian tersebut, korban merasa keberatan dan melapor ke Polsek Medan Tembung," jelas Bimo.

Penyelidikan Berujung Penangkapan Tiga Pelaku

Laporan korban ditindaklanjuti dengan penyelidikan di lapangan. Petugas bergerak mencari jejak pelaku hingga akhirnya mengidentifikasi komplotan tersebut.

Tiga remaja yang tergabung dalam komplotan itu diamankan. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan mereka, termasuk pisau belati dan gunting yang dipakai saat beraksi.

Ancaman Hukum bagi Pelaku

Ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Medan. Polisi mendalami peran masing-masing dalam aksi begal tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan mereka pada kasus serupa di wilayah lain.

Kasus ini menjadi peringatan bagi warga Percut Sei Tuan dan sekitarnya, terutama pengendara yang melintas pagi buta. Jalur menuju kawasan industri dan pasar di Desa Sei Rotan dikenal ramai pada jam berangkat kerja, tetapi minim pengawasan pada jam-jam awal.

Reporter: Saiful
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top