DAIRI — Sabam Sibarani, S.Sos., MM., kembali dipercaya memimpin Partai Golkar Kabupaten Dairi. Forum Musda X menetapkan dirinya tanpa kompetitor setelah tidak ada kader lain yang menyerahkan formulir pendaftaran sampai tenggat.
Musda bertema "Golkar Solid, Indonesia Maju" dengan subtema "Golkar Solid, Indonesia Maju, Sumut Berkah, Dairi Tangguh" itu dihadiri seluruh Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Dairi, organisasi sayap, serta organisasi yang didirikan dan mendirikan Partai Golkar.
Dari jajaran Golkar Sumatera Utara hadir Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut yang juga Ketua Kosgoro 1957 Sumut, Viktor Silaen. Turut hadir Rolel Harahap, Zainudin Purba, AS Suhendra Sembiring, Edi Suratman Sinuraya, Candra Lingga, Delphi Masdiana Ujung, Muhammad Asril, Alox Damianus Gumanti Aziz, Renhard Manurung, Zuarsyah Tarigan, dan Frans Dante Ginting.
Sejumlah tokoh daerah tampak hadir, di antaranya Ketua MUI Kabupaten Dairi Wahlim Munthe, perwakilan Kejaksaan Negeri Dairi, Wakapolres Dairi Adi Sucipto, Wakil Ketua DPRD Dairi Wanseptember Situmorang, serta anggota DPRD Dairi Alvensius Matondang, Sopipot Simarmata, dan Nurlinda Angkat.
Bupati Dairi Vickner Sinaga, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Dairi, datang dan disambut prosesi pengalungan bunga. Rangkaian acara dibuka dengan doa yang dipimpin Wahlim Munthe, lalu laporan Ketua Panitia Musda, Amper Nainggolan.
Amper Nainggolan menyebut Musda sebagai forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan organisasi sekaligus menetapkan agenda Partai Golkar periode mendatang. Kepanitiaan Musda, katanya, dibentuk dari unsur kepengurusan dan kader partai.
Forum juga diarahkan memperkuat konsolidasi organisasi, membina organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar, serta menyusun visi-misi partai agar tetap relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Dairi dan Sumatera Utara.
Dalam pidatonya, Sabam menegaskan jabatan di Partai Golkar merupakan amanah organisasi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengungkap perjalanan pribadinya yang sejak lama bersentuhan dengan Partai Golkar dan menyebut dirinya lahir pada 3 Juni, yang menurutnya berkaitan dengan sejarah perjalanan politik Golkar.
Menurut Sabam, kader Golkar tidak cukup hanya loyal. Mereka juga harus cerdas, tangguh, punya kapasitas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Partai Golkar adalah partai yang terbuka. Kalau pemerintah sejalan dengan DPRD, pembangunan akan berjalan lebih lancar," ujarnya.
Sabam mengapresiasi sejumlah program Pemerintah Kabupaten Dairi di bawah kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat yang dinilainya penting untuk memperkuat sumber daya manusia. Kader Golkar Dairi, katanya, telah ikut mengawal pembangunan melalui sinergi dengan pemerintah daerah.
Bupati Dairi Vickner Sinaga dalam sambutannya memaparkan sejumlah dukungan pemerintah pusat yang telah diterima Kabupaten Dairi, terutama di sektor pertanian dan infrastruktur. Dairi memperoleh berbagai bantuan, di antaranya alat dan mesin pertanian serta dukungan perbaikan infrastruktur jalan.
Ia juga memaparkan potensi pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah, termasuk wisata arung jeram di kawasan Lae Renun yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Vickner menekankan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.
"Di 15 kecamatan, kita harus tetap solid dan militan," pesannya.
Vickner yang bergabung sebagai kader Partai Golkar sejak 1 November 1981 itu mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi.
Pesan konsolidasi menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam Musda X. Jajaran Partai Golkar Sumatera Utara mengingatkan aktivitas organisasi tidak hanya terlihat saat momentum pemilu tiba. Konsolidasi harus berjalan berkelanjutan hingga tingkat akar rumput.
Kader juga didorong merangkul generasi muda, memperkuat kaderisasi, serta menjadikan para senior sebagai teladan dalam menjaga etika dan budaya organisasi.