SUMATERA UTARA — Motorola Signature 27 resmi masuk daftar smartphone unggulan perusahaan pada 2026 sebagai flagship pertama Motorola dalam beberapa tahun terakhir. Ponsel ini dijadwalkan mulai dijual di Amerika Serikat pada November 2026 dengan chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 berbasis fabrikasi 2 nanometer. Signature 27 menyasar pengguna yang menginginkan kamera periskop 200 MP dan penyimpanan hingga 1 TB dalam satu perangkat.
Motorola menyiapkan portofolio smartphone 2026 yang mencakup beberapa seri utama, mulai dari Signature, Edge, Moto G, hingga Razr. Masing-masing seri menawarkan konfigurasi berbeda, baik dari sisi performa, kemampuan kamera, desain, maupun fitur pengisian daya.
Dari seluruh jajaran tersebut, Signature 27 menjadi model yang paling menonjol karena statusnya sebagai flagship pertama Motorola setelah sekian lama perusahaan lebih fokus di segmen menengah dan ponsel lipat.
Kombinasi chipset 2 nm dan RAM 16 GB menempatkan Signature 27 di kelas performa tertinggi Android saat ini. Fabrikasi 2 nanometer umumnya menjanjikan efisiensi daya lebih baik dibanding chipset generasi sebelumnya.
Motorola membekali Signature 27 dengan dua kamera belakang yang keduanya beresolusi tinggi. Kamera utama 50 MP memakai sensor 1/1,28 inci, ukuran yang cukup besar untuk menangkap cahaya lebih banyak di kondisi minim pencahayaan.
Sensor tersebut juga dilengkapi OIS atau optical image stabilization, yang berfungsi meredam guncangan saat memotret atau merekam video. Sementara kamera periskop 200 MP menawarkan optical zoom 5x, berguna untuk memotret objek jauh tanpa kehilangan detail berarti.
Konfigurasi ini menempatkan Signature 27 sebagai salah satu smartphone dengan resolusi kamera tele tertinggi di pasar. Pengguna yang sering memotret dari jarak jauh, seperti saat konser atau acara olahraga, bakal merasakan manfaat langsung dari kombinasi tersebut.
Varian tertinggi Signature 27 menyediakan penyimpanan internal hingga 1 TB. Kapasitas sebesar itu tergolong jarang di lini flagship, dan biasanya hanya tersedia di model paling mahal.
Motorola juga memakai standar UFS 4.1 untuk penyimpanan. Standar ini menawarkan kecepatan baca-tulis lebih tinggi dibanding UFS 3.1 yang masih dipakai banyak ponsel, sehingga proses membuka aplikasi berat atau memindahkan file besar jadi lebih cepat.
Motorola Signature 27 dijadwalkan mulai dijual di Amerika Serikat pada November 2026. Informasi soal harga resmi maupun ketersediaan di pasar Indonesia belum disebutkan dalam daftar tersebut.
Pengguna Indonesia yang tertarik biasanya harus menunggu pengumuman resmi dari Motorola Indonesia atau memantau jalur impor. Perlu dicatat, ponsel Motorola tidak selalu masuk secara resmi ke pasar lokal, sehingga ketersediaannya kerap bergantung pada distributor pihak ketiga.
Signature 27 melengkapi portofolio Motorola yang sudah mencakup seri Edge, Moto G, dan Razr. Seri Edge umumnya mengisi segmen flagship ringan, Moto G bermain di kelas menengah, sedangkan Razr fokus pada desain lipat.
Dengan spesifikasi yang dibawa, Signature 27 mengambil posisi paling atas di antara semuanya. Kehadirannya memberi Motorola senjata untuk bersaing di segmen premium yang selama ini didominasi merek lain.
Bagi pengguna yang mengutamakan kamera tele beresolusi tinggi dan penyimpanan besar, Signature 27 layak masuk daftar pertimbangan. Namun tanpa informasi harga dan ketersediaan resmi di Indonesia, calon pembeli sebaiknya menunggu pengumuman lebih lanjut dari Motorola.