TARUTUNG — Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani. Penyerahan berlangsung di Lapangan Serbaguna Tarutung bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara yang mengusung tema "Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju."
Bantuan terdiri atas 527 unit alat dan mesin pertanian yang disebar ke poktan di seluruh kecamatan. Penyediaannya melibatkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Pertanian, TNI, serta dukungan dana CSR PT Sarulla Operations Ltd.
Penyaluran alsintan diarahkan mendukung program rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana. Area yang menjadi sasaran pemulihan mencakup 621 hektare lahan di sejumlah kecamatan.
Selain alsintan, Pemkab Taput menyiapkan benih unggul bagi petani penerima. Kombinasi keduanya diharapkan mempercepat pemulihan produksi di lahan yang terdampak bencana.
Bupati menegaskan bantuan alsintan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah meningkatkan pendapatan warga yang mayoritas bergantung pada sektor agraris.
"Ini merupakan komitmen kami bersama Pak Wakil Bupati untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pertanian. Dukungan Pemkab Tapanuli Utara tidak hanya berhenti pada penyediaan alat dan mesin pertanian semata, tetapi juga disempurnakan dengan penyediaan benih-benih unggul bagi para petani," tegas Bupati JTP Hutabarat.
Ia meminta kelompok tani tidak menjadikan penyerahan alsintan sebagai akhir proses. Pendampingan hingga pengolahan lahan dan evaluasi produksi harus tetap berjalan.
"Alsintan ini harus dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Jangan berhenti pada serah terima, tetapi harus dilanjutkan dengan pendampingan hingga pengolahan lahan serta evaluasi terhadap produksi dan produktivitas," ujar Bupati.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara Victor Siagian menyampaikan penyediaan 527 unit alsintan terwujud berkat kerja sama lintas sektor. Selain pemerintah pusat dan daerah, TNI dan sektor swasta ikut berkontribusi melalui program CSR.
Dinas Pertanian akan mencatat penerima dan jenis alsintan per kelompok tani sebagai dasar pendampingan. Evaluasi produksi dan produktivitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program ini.
Pemkab Taput menargetkan pemulihan lahan pascabencana rampung bertahap dengan dukungan alsintan dan benih unggul. Kelompok tani penerima diminta segera mengoperasikan alat sesuai kebutuhan pengolahan lahan masing-masing.