Rupiah Diproyeksi Defensif di Rp17.754 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Penulis: Yasir  •  Kamis, 17 September 2026 | 08:18:31 WIB

SUMATERA UTARA — Rupiah bergerak menguat terbatas 0,12% ke Rp17.754 per dolar AS pada perdagangan Kamis (17/9/2026), bertahan di tengah apresiasi dolar pasca The Fed menaikkan suku bunga acuan. Penguatan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) tercatat 0,04% ke Rp17.769/US$ pada pukul 06.11 WIB. Pergerakan ini mencerminkan sikap defensif pelaku pasar menghadapi tekanan eksternal.

Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan menaikkan Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 3,75%-4%. Kenaikan ini sudah diperkirakan pelaku pasar sebelumnya, sehingga dampaknya terhadap rupiah relatif terbatas.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama menguat hingga 100,25 menyusul keputusan tersebut. Penguatan indeks dolar menandakan apresiasi greenback terhadap mata uang global, termasuk mata uang emerging market.

Pergerakan Rupiah di Pasar NDF

Di pasar Non-Deliverable Forward, rupiah bergerak stabil dengan penguatan terbatas 0,04% ke Rp17.769 per dolar AS pada pukul 06.11 WIB. Selanjutnya, rupiah bergerak menguat 0,12% ke Rp17.754 per dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah masih mampu menahan tekanan eksternal meski dolar AS menguat. Pasar NDF menjadi acuan awal sebelum perdagangan spot dibuka.

Mata Uang Asia Bergerak Beragam

Di kawasan Asia, mata uang bergerak bervariasi pada pembukaan perdagangan. Pelemahan terbatas terjadi pada won Korea Selatan, disusul dolar Singapura.

Sebaliknya, yuan China dan dolar Hong Kong berhasil bertahan di tengah tekanan dolar AS. Keragaman pergerakan ini mencerminkan respons pasar yang berbeda terhadap kebijakan The Fed.

Pernyataan Ketua The Fed

"Keputusan yang kami ambil hari ini adalah keputusan yang matang, serius, dan bertanggung jawab, yang telah kami persiapkan dan pikirkan selama seratus sepuluh atau dua puluh hari saya berada di sini," kata Ketua The Fed Kevin Warsh.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kenaikan suku bunga diambil dengan pertimbangan mendalam. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan The Fed selanjutnya untuk mengukur dampak lanjutan terhadap rupiah.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi investor, pergerakan rupiah yang defensif membuka ruang bagi strategi lindung nilai terhadap risiko fluktuasi kurs. Pelaku bisnis dengan eksposur dolar AS perlu mencermati perkembangan kebijakan The Fed ke depan.

Rupiah yang bertahan di level Rp17.754 per dolar AS menunjukkan ketahanan di tengah tekanan eksternal. Namun, arah kebijakan The Fed selanjutnya akan menjadi faktor penentu pergerakan rupiah dalam beberapa pekan mendatang.

Reporter: Yasir
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top