SUMATERA UTARA — Google resmi meneken perjanjian offtake karbon berdurasi empat tahun dengan Mitti Labs, startup climate-tech yang berbasis di New York dan Bengaluru. Nilai transaksi tidak diungkap ke publik, namun volume kredit yang diperjualbelikan mencapai 1 juta unit hingga 2030.
Perjanjian ini mencakup lahan sawah di tiga negara bagian India: Karnataka, Andhra Pradesh, dan Telangana. Pada puncak pengiriman, area yang tercakup diperkirakan mencapai 100.000 hektare.
Mitti Labs membayar petani untuk mengadopsi metode budidaya yang mempersingkat durasi genangan air di sawah. Cara ini menekan emisi metana yang dilepaskan selama proses penanaman sekaligus mengurangi konsumsi air irigasi.
Menurut klaim perusahaan, teknik tersebut mampu memangkas emisi metana sekitar 50% dan penggunaan air irigasi sekitar 40% tanpa menurunkan hasil panen.
Mitti Labs didirikan pada 2023 dan mengembangkan platform GeoAI yang menggabungkan citra radar satelit dengan pengukuran lapangan. Sistem ini memantau pertumbuhan tanaman, kelembapan tanah, dan pola genangan di lahan petani kecil secara remote.
Platform tersebut memanfaatkan citra synthetic aperture radar dari satelit komersial dan publik, dengan resolusi antara 50 sentimeter hingga 10 meter. Mitti juga mengumpulkan data lapangan proprietary untuk melatih model AI mereka.
Kredit yang dijual ke Google dapat diterbitkan melalui Gold Standard atau Isometric, dua lembaga sertifikasi kredit karbon. Setiap proyek melewati verifikasi pihak ketiga independen sebelum kredit diterbitkan.
Google menghadapi tekanan untuk mencapai target net-zero emissions pada 2030 di tengah investasi besar-besaran di infrastruktur kecerdasan buatan. Laporan lingkungan perusahaan yang dirilis Juni mencatat emisi gas rumah kaca Google pada 2025 naik 18% year-over-year menjadi sekitar 14,5 juta metrik ton setara CO2.
Pembicaraan antara Mitti Labs dan Google dimulai sekitar satu tahun lalu, ketika Google menjajaki penambahan proyek pengurangan metana ke portofolio kredit karbonnya. Google tertarik pada aspek penghematan air dan kemampuan Mitti beroperasi dalam skala besar.
Proyek Mitti Labs telah menghemat lebih dari 500 miliar liter air selama dua tahun terakhir. Perusahaan saat ini bekerja dengan lebih dari 100.000 petani dan menargetkan jutaan petani pada 2030.
Pada Januari 2025, Google bermitra dengan Varaha yang berbasis di Gurugram untuk membeli 100.000 ton kredit karbon. Itu merupakan pembelian kredit penghapusan karbon skala besar pertama Google di India dan yang terbesar melibatkan biochar dari biomassa.
Google juga menandatangani perjanjian terkait proyek solar 150 megawatt di Rajasthan, membawa total kapasitas solar yang dikontrak dengan ReNew di negara bagian tersebut menjadi 300 megawatt.
Meski proyek bersama Google terbatas di India, Mitti Labs berencana memulai operasi di Filipina pada akhir tahun ini. Ekspansi ke Indonesia dan pasar Asia Tenggara lainnya dijadwalkan pada 2027.
Laguarta melihat ruang pertumbuhan pasar masih terbuka lebar seiring semakin banyak perusahaan yang melirik proyek pertanian untuk menangani emisi metana. Sekitar 150 juta petani menanam padi di India, Asia Tenggara, dan China.
Selain Google, Mitti Labs telah bekerja sama dengan marketplace karbon Cool Effect, produsen beras Ebro Foods, dan perusahaan agrikultur Syngenta. Kesepakatan dengan Google menjadi offtake terbesar Mitti Labs hingga saat ini.