SUMATERA UTARA — Harga emas spot ditutup naik 1,05% ke US$4.401,34 per ons pada Rabu. Sementara itu, harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 0,49% ke US$4.460,7 per ons.
Kenaikan tersebut terjadi setelah indeks dolar AS sempat merosot ke level terendah dalam 2,5 minggu. Pelemahan dolar membuat logam mulia lebih menarik bagi pemegang mata uang lain.
Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam justru melemah pada Rabu, 9 September 2026, mengikuti pelemahan harga emas dunia.
Harga beli emas Antam merosot Rp17.000 menjadi Rp2.610.000 per gram. Harga buyback atau jual kembali emas Antam juga merosot Rp20.000 menjadi Rp2.460.000 per gram.
Kekhawatiran mengenai penurunan nilai dolar mendorong permintaan logam mulia sebagai sarana penyimpan nilai. Pemicunya, Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana pembelian kembali obligasi pemerintah AS jangka panjang senilai US$6 miliar pada hari Kamis.
Imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi berdampak negatif bagi logam mulia. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 15 tahun pada Rabu.
Hal serupa terjadi pada imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang naik ke level tertinggi dalam 2,75 tahun.
Lonjakan harga minyak mentah ke level tertinggi dalam 3,25 bulan pada Rabu meningkatkan ekspektasi inflasi. Kondisi ini berpotensi mendorong bank-bank sentral dunia memperketat kebijakan moneter, sebuah faktor yang menekan harga logam mulia.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga emas Antam dapat bergerak naik mengikuti kenaikan harga emas dunia.
Investasi mengandung risiko.