SUMATERA UTARA — Kolektor dan penggemar produk vintage Apple patut menyiapkan dana lebih. Rumah lelang akan membuka penawaran untuk unit Apple-1 yang masih berfungsi penuh mulai 4 Oktober hingga 14 Oktober 2026. Sebelum proses lelang dimulai, perangkat bersejarah ini akan dipamerkan ke publik di sejumlah kota besar Amerika Serikat, yakni Los Angeles, Boston, San Francisco, dan New York.
Unit yang dilelang ini memiliki jejak historis yang panjang. Komputer tersebut pertama kali dimiliki oleh Fred Hatfield, yang membelinya pada tahun pertama Apple didirikan, tepatnya 1976. Hatfield kemudian menjual perangkat tersebut pada 2013 dengan harga USD 40.000 dalam kondisi tidak berfungsi.
Pembeli kedua berhasil memperbaiki komputer tersebut dan mendapatkan tanda tangan asli Steve Wozniak, yang merupakan perancang Apple-1, langsung di atas motherboard. Sentuhan personal inilah yang kemudian melambungkan nilai jual unit tersebut saat kembali dilelang dengan harga USD 671.400.
Nilai jual yang tinggi tidak lepas dari kelangkaan unit ini. Tercatat sebagai perangkat nomor 48 dalam daftar Apple Registry, diperkirakan kurang dari 75 unit Apple-1 yang masih eksis di dunia saat ini. Jumlah yang masih berfungsi dengan baik bahkan jauh lebih sedikit, menjadikannya barang buruan utama kolektor kelas atas.
Steve Jobs dan Steve Wozniak awalnya memproduksi 200 unit Apple-1 pada 1976. Produk tersebut dijual dalam bentuk papan sirkuit kosong sebagai kit untuk dirakit para penghobi. Namun, Jobs mengambil langkah bisnis dengan menjual 50 unit yang sudah dirakit penuh kepada The Byte Shop, toko pengecer di California, yang kemudian menjualnya kembali seharga USD 666 per unit.
Pembeli unit 'Hatfield' tidak hanya mendapatkan komputer bersejarah. Mereka juga akan menerima salinan surat yang ditandatangani langsung oleh Steve Jobs, co-founder dan mantan CEO Apple. Surat tersebut merupakan respons Jobs atas keluhan Hatfield mengenai kurangnya software untuk Apple-1 pada masanya.
Menariknya, dalam surat balasan itu Jobs menawarkan program tukar tambah ke Apple II yang kala itu baru diluncurkan. Hatfield menolak tawaran tersebut karena diharuskan membayar biaya upgrade sebesar USD 400. Keputusan tersebut kini terbukti menjadi investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan, mengingat nilai unit yang dipertahankannya kini berlipat ganda secara signifikan.