MEDAN — Ratusan warga penyintas bencana hidrometeorologi di Tapanuli Selatan bakal segera menempati rumah permanen. Pemerintah memastikan pembangunan 699 unit hunian tetap (huntap) di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, dimulai pada bulan September 2026 ini.
Kepastian itu disampaikan langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau hunian sementara (huntara) di Desa Napa, Jumat (4/9/2026). Warga yang ditemuinya berasal dari Desa Garoga dan Desa Hutagodang yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana pada akhir November 2025.
Di hadapan para penyintas, Gibran menyampaikan permohonan maaf karena warga masih harus bertahan di huntara lebih dari sembilan bulan. Ia menegaskan pemerintah hadir untuk mempercepat pemulihan.
"Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawab mempercepat pembangunan, sehingga semua mendapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman," ujar Gibran dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (5/9/2026).
Lahan seluas 18 hektare telah disiapkan untuk pembangunan huntap. Lokasinya berdampingan dengan huntara yang kini ditempati, sehingga warga tidak perlu pindah jauh saat proses relokasi berlangsung.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang mendampingi Gibran mengungkapkan, sejumlah lokasi huntap di wilayahnya sudah selesai dibangun. Pemerintah Provinsi Sumut terus berupaya mengamankan lahan agar pembangunan di titik lain bisa segera menyusul.
"Beberapa tempat sudah ada huntap yang selesai dibangun. Bagi yang belum, pemerintah telah berupaya secepatnya mendapatkan lahan untuk membangun," kata Bobby.
Menurut Bobby, pembangunan di Desa Napa menjadi bukti nyata kepastian tempat tinggal bagi masyarakat terdampak. "Salah satunya di sini (Desa Napa), sehingga masyarakat mendapat kepastian bisa tinggal di hunian tetap nantinya," ucapnya.
Selama tinggal di huntara, sebagian warga sempat menumpang di rumah kontrakan dengan biaya ditanggung pemerintah. Eti, salah seorang penghuni huntara, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan, tetapi tak sabar menempati rumah permanen.
"Kami bersyukur juga, sebab pemerintah udah bangun rumah. Kami ucapkan terima kasih untuk pemerintah, udah dibangunkan huntara kami, jadi harapanku, huntap cepat dibangun," ujar Eti.
Sembari menunggu konstruksi huntap selesai, Gibran memastikan kebutuhan dasar warga di huntara tetap terpenuhi. Pemerintah berkomitmen menjaga kualitas hidup para penyintas selama masa transisi menuju hunian tetap.