SUMATERA UTARA — Manchester City resmi mengamankan jasa Enzo Fernandez dari Chelsea dengan nilai transfer fantastis mencapai £125 juta atau setara Rp2,8 triliun. Banderol selangit ini sekaligus memecahkan rekor sebagai pembelian termahal dalam sejarah sepak bola Inggris. Namun, di balik kemegahan angka tersebut, keputusan ini menyisakan sejumlah pekerjaan rumah serius bagi sang juara bertahan Premier League.
Setidaknya ada tiga persoalan besar yang mengintai City pasca kedatangan pemain asal Argentina itu: finansial, temperamental, dan taktik permainan. Ketiganya berpotensi menjadi bom waktu jika tidak dikelola dengan cermat oleh manajemen.
Rekrutmen dengan biaya selangit ini datang di saat City tengah menghadapi pengawasan ketat terkait regulasi Financial Fair Play (FFP). Pembelanjaan besar-besaran berisiko memicu gejolak neraca keuangan klub.
Fernandez memang memiliki naluri gol tajam di momen krusial. Musim lalu ia mencetak 15 gol untuk Chelsea yang hanya mampu finis di peringkat ke-10 Liga Inggris, plus gol-gol pentingnya untuk Argentina di Piala Dunia.
Sorotan tajam justru tertuju pada perilakunya di luar lapangan. Fernandez beberapa kali membuat suasana ruang ganti kurang harmonis, termasuk memaksakan keinginan pindah di tengah kontrak jangka panjangnya bersama Benfica dan Chelsea.
Masalah disiplin kian memperkeruh situasi. Gelandang berusia 23 tahun itu sempat menerima skorsing dua pertandingan dari Chelsea akibat komentar yang dinilai bermasalah di sebuah laga.
Dari sisi taktik, Fernandez dinilai paling optimal beroperasi sebagai gelandang nomor 8 atau nomor 10 dengan kebebasan penuh untuk menyerang. Ia kehilangan efektivitas saat dipaksa bermain lebih dalam sebagai gelandang bertahan murni.
Kehadirannya menciptakan teka-teki tersendiri bagi lini tengah City yang selama ini begitu solid dengan skema permainan khas Pep Guardiola. Apakah pelatih asal Spanyol itu mampu meracik formasi untuk mengakomodasi gaya bermain Fernandez tanpa mengorbankan keseimbangan tim? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun satu hal yang pasti, taruhan besar ini bisa membawa City terbang tinggi menuju kejayaan, atau justru terjerembab ke dalam badai masalah.