SUMATERA UTARA — Setelah penantian panjang sejak generasi kelima Range Rover diperkenalkan pada akhir 2021, Land Rover akhirnya membuka buku pemesanan untuk versi listrik penuh dari SUV mewah andalannya. Model yang sudah melewati uji pengembangan lebih dari 900.000 mil ini diklaim membawa karakter utama merek Range Rover: performa tanpa usaha, kemewahan abadi, dan kemampuan off-road yang tidak kompromi.
Land Rover tidak pernah repot menyembunyikan prototipe Range Rover Electric dengan kamuflase, dan alasannya sederhana: tampilannya nyaris sama persis dengan versi konvensional. Grille atas memang tertutup rapat dan tidak ada ujung knalpot, namun desain keseluruhan tidak berubah sama sekali.
Sebagai pembeda, ada opsi desain velg baru yang dioptimalkan untuk aerodinamika serta bagian bawah bodi yang lebih rata. Di dalam kabin, perubahan juga minim—kontrol fisik yang sempat dihilangkan dari dasbor kini sebagian dikembalikan, termasuk knop volume dan dial Terrain Response untuk model 2027.
Range Rover Electric untuk saat ini hanya tersedia dalam satu konfigurasi powertrain yang dinamai EV550. Sistem ini mengandalkan satu motor listrik di tiap gandar dengan total output 542 tenaga kuda dan torsi 627 lb-ft—lebih tinggi 19 hp dan 74 lb-ft dibandingkan opsi mesin V8 twin-turbo 4.4 liter yang disuplai BMW.
Land Rover mengklaim motor listriknya menghasilkan torsi 20 persen lebih besar dibandingkan motor sejenis dari pabrikan lain, berkat penggunaan semikonduktor silikon karbida dengan kecepatan switching dalam hitungan mikrodetik.
Alih-alih kehilangan kemampuan medan berat, Range Rover Electric justru disebut bakal lebih mumpuni dibanding versi bensin. Mode berkendara satu pedal memungkinkan mobil melaju mulus di tanjakan 33 derajat—setara lereng ski black-diamond—serta menanjak hingga kemiringan 45 derajat.
Sistem Intelligent Driveline Dynamics mendistribusikan torsi antar roda belakang dari 0 hingga 100 persen. Adapun Integrated Traction Management mampu menyesuaikan kecepatan motor dalam 50 milidetik, atau 100 kali lebih cepat dari kemampuan Range Rover bensin dalam mengatasi selip roda.
Proses pengujiannya pun terbilang ekstrem: dari suhu minus 40 derajat Fahrenheit di Arjeplog, Swedia, hingga panas gurun Dubai dan fasilitas Eastnor Castle di Inggris.
Menariknya, Range Rover Electric dibanderol tidak jauh lebih mahal dari versi mesin pembakaran internal. Untuk pasar Amerika Serikat, mobil ini akan menggunakan port pengisian NACS dengan akses ke jaringan Supercharger Tesla.
Buku pemesanan kini sudah dibuka, dan pengiriman pertama dijadwalkan untuk model tahun 2027. Land Rover menyebut ini sebagai Range Rover paling senyap yang pernah dibuat, meski belum ada konfirmasi mengenai kehadiran suara buatan atau simulated engine noise.