Bupati Sergai Minta 67 Dapur SPPG Terapkan Zero Accident demi Cegah Keracunan Makanan Program MBG

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:01:01 WIB
Bupati Sergai Darma Wijaya meminta 67 dapur SPPG menerapkan konsep zero accident untuk mencegah keracunan makanan pada program MBG.

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya meminta seluruh pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mematuhi konsep zero accident atau nihil kejadian fatal yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Instruksi ini disampaikan di Sei Rampah, Senin (24/8/2026), untuk mengantisipasi kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di sejumlah daerah. Saat ini, 67 dapur SPPG di Kabupaten Sergai telah beroperasional dan dilaporkan nihil insiden.

SERGAI — Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai memperketat pengawasan operasional 67 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayahnya. Instruksi ini menyusul adanya kasus keracunan pangan yang melanda program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah lain.

Bupati Sergai Darma Wijaya menegaskan bahwa konsep zero accident dari Badan Gizi Nasional (BGN) bukan sekadar slogan, melainkan komitmen ketat yang wajib dijalankan seluruh pengelola dapur. Targetnya jelas: tidak ada satu pun insiden kesehatan yang menimpa anak-anak, balita, ibu hamil, maupun ibu menyusui sebagai penerima manfaat.

Tiga Pilar Utama Mewujudkan Dapur Bebas Insiden

Darma Wijaya merinci setidaknya ada tiga aspek krusial yang harus ditingkatkan secara berkelanjutan oleh setiap dapur SPPG di Sergai. Pertama, pengawasan ketat terhadap bahan baku dan kualitas pangan sebelum diolah.

"Jadi secara garis besar ada tiga hal yang harus dilakukan serta ditingkatkan oleh seluruh dapur SPPG guna mewujudkan zero accident yakni pengawasan bahan baku dan kualitas pangan, kebersihan dan higienitas dapur serta pekerja, serta keamanan kerja dan proses distribusi," ujarnya di Sei Rampah, Senin (24/8/2026).

Selain kontrol bahan baku, standar higienitas dapur dan para pekerja menjadi perhatian utama. Bupati meminta penggunaan alat uji cepat (food safety kit) dan kepatuhan disiplin terhadap standar operasional prosedur (SOP) mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan diterapkan tanpa kompromi.

Briefing Dini Hari Hingga Pukul 04.00 WIB Jadi Rutinitas

Di sisi lain, Koordinator BGN Wilayah Sergai, Nurhasanah Ritonga, mengungkapkan pengawasan terhadap dapur SPPG berjalan sangat ketat. Dalam dua minggu terakhir, briefing dan monitoring evaluasi rutin dilakukan langsung oleh Kepala BGN melalui sambungan video pada jam krusial operasional dapur, yakni pukul 02.00 hingga 04.00 WIB.

"Alhamdulillah, sejauh ini 67 dapur SPPG yang sudah beroperasional di Serdang Bedagai dan zero accident," sebut Nurhasanah Ritonga.

Nurhasanah memastikan arahan tersebut diterjemahkan ke dalam pengawasan lapangan oleh Koordinator SPPG (KASPPG), pengawas gizi, pengawas keuangan, dan relawan. Pengawasan menyeluruh dilakukan mulai dari tahap persiapan, pengolahan, pemorsian, hingga proses distribusi makanan ke titik penerima manfaat.

"Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP, aman, dan tertib guna terwujudnya zero accident dalam program MBG," pungkasnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top