SUMATERA UTARA — Gelaran Danantara Housing Expo tidak hanya menyasar pasar properti kelas menengah atas. Melalui ajang ini, Danantara menyiapkan 49 ribu unit rumah subsidi yang ditujukan khusus bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dengan lokasi yang menyebar di luar Pulau Jawa.
Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management, Dian Takdir Badrsyah, menegaskan bahwa pasokan hunian MBR tidak terpusat di Jawa. Sebagian unit berada di Balikpapan, Kalimantan, dan Sumatera Utara.
"Untuk lokasi-lokasi hunian yang kita berikan itu memang mayoritas ada di Pulau Jawa dan sebagian ada di Kalimantan di Balikpapan, ada juga di Sumatera Utara, dan ada beberapa lokasi lain," tutur Dian dalam konferensi pers, Sabtu (22/8/2026). Animo Pasar Tinggi Sebelum Pameran Dibuka
Meski pameran utama baru berlangsung akhir Agustus, respons pasar sudah terlihat sejak masa penawaran awal. Managing Director Stakeholder Management and Communication Danantara, Rohan Hafas, mengungkapkan nilai transaksi pra-penjualan telah mencapai Rp 800 miliar.
Angka tersebut dikumpulkan melalui kegiatan penjualan di sejumlah pusat perbelanjaan dan jaringan bank BUMN.
"Sudah dilakukan dalam bentuk tadi presale-nya, itu sebabnya sudah dapat angka Rp 800 miliar yang mana merupakan jumlah yang luar biasa juga di saat seperti ini," kata Rohan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Dian Takdir Badrsyah menambahkan, sejak pra-event diluncurkan awal bulan, transaksi yang tercatat mencapai 880 unit dengan nilai di atas Rp 500 miliar. Menurutnya, angka ini menunjukkan animo masyarakat terhadap Danantara Housing Expo sangat positif. Lebih dari 100 Ribu Unit Hunian dan Skema KPR
Danantara Housing Expo menyajikan lebih dari 100 ribu unit hunian, mencakup rumah tapak hingga apartemen. Pilihan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan beragam, mulai dari kawasan berkonsep transit-oriented development (TOD), rumah subsidi MBR, hingga hunian komersial non-subsidi.
Untuk segmen komersial, tersedia kemudahan uang muka rendah dengan tenor cicilan hingga 30 tahun. Sementara untuk segmen subsidi, skema pembiayaan dirancang agar terjangkau bagi MBR. Sinergi Lintas BUMN dan Swasta
Penyelenggaraan pameran properti ini melibatkan kolaborasi besar antara pengembang BUMN, pihak swasta, bank-bank Himbara, BSI, hingga pelaku industri pendukung. Rohan Hafas menekankan bahwa ajang ini tidak sepenuhnya digarap oleh Danantara, melainkan hasil sinergi lintas sektor.
"Ini juga kolaborasi Danantara dengan pihak swasta-swasta juga, jadi tidak semuanya Danantara. Kenapa? Karena kita ingin membuat housing expo. Ini the biggest housing expo pernah ada. Karena lebih dari 100 ribu rumah akan tersedia di sana," jelas Rohan.
Dengan total unit yang ditawarkan mencapai enam digit, pameran ini diproyeksikan menjadi ajang properti terbesar yang pernah digelar, sekaligus menjadi momentum mendorong pemerataan kepemilikan rumah di Indonesia.