MEDAN — Dua pelajar asal Kabupaten Toba yang baru menyelesaikan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional resmi kembali ke Sumatera Utara. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Timur Tumanggor, menerima langsung keduanya di ruang kerjanya, Sabtu (22/8/2026).
Keduanya adalah Felesia Rismaito Munthe dari SMA Unggul DEL dan Gissa Oliver Nainggolan dari SMA Negeri 2 Balige. Keberhasilan mereka menembus seleksi nasional disebut mengharumkan nama daerah di tingkat pusat.
Timur menyampaikan apresiasi atas perjuangan keduanya selama menjalani pemusatan latihan. Ia juga menyampaikan salam hangat dari Gubernur Sumut yang sedianya dijadwalkan hadir langsung dalam penyambutan tersebut.
"Ini merupakan kebanggaan besar bagi Sumatera Utara. Kami berpesan agar terus menjaga nama baik dan menjadi teladan bagi siswa-siswa lainnya untuk terus berjuang meraih kesuksesan. Tetap ingat bahwa kunci dari segala kesuksesan adalah doa restu kedua orang tua," ujar Timur.
Perwakilan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Grace Theresia Sihotang, mengungkapkan perjalanan panjang kedua pelajar tersebut. Mereka harus melewati proses seleksi berlapis yang sangat ketat sebelum akhirnya terpilih bertugas di Istana.
Menurut Grace, selama 28 hari keduanya mengikuti berbagai pembinaan dan pemusatan latihan di tingkat nasional. Setelah resmi kembali ke provinsi, Felesia dan Gissa dijadwalkan pulang ke Kabupaten Toba untuk berkumpul dengan keluarga serta melanjutkan aktivitas belajar di sekolah masing-masing.
"Kedua siswa tersebut telah melalui proses seleksi yang sangat ketat hingga berhasil lolos ke istana. Hari ini mereka resmi kembali ke provinsi sebelum nantinya pulang ke Kabupaten Toba," jelas Grace.
Kepulangan keduanya diharapkan mampu memicu semangat pelajar lain di Sumatera Utara untuk mengembangkan potensi dan berprestasi. Capaian Felesia dan Gissa menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing di kancah nasional.
Keberhasilan ini juga menjadi catatan positif bagi pembinaan generasi muda di daerah, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan melalui jalur pendidikan dan organisasi kepanduan.