Hari Juang Polri 2026 di Polres Samosir: Wakapolres Bacakan Proklamasi Polisi 1945, Tegaskan Polri Milik Rakyat

Penulis: Ragil  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:50:01 WIB
Wakapolres Samosir Kompol Manumpak H. Sitorus memimpin upacara Hari Juang Polri 2026 di Lapangan Apel Mako Polres, Jumat (21/8/2026).

Polres Samosir menggelar upacara Hari Juang Polri 2026 di Lapangan Apel Mako Polres, Jumat (21/8/2026). Wakapolres Kompol Manumpak H. Sitorus memimpin jalannya upacara yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB. Momen ini menjadi pengingat sejarah ketika polisi memilih berpihak kepada Republik Indonesia pada 21 Agustus 1945.

1945, Tegaskan Polri Milik Rakyat LEAD: Polres Samosir menggelar upacara Hari Juang Polri 2026 di Lapangan Apel Mako Polres, Jumat (21/8/2026). Wakapolres Kompol Manumpak H. Sitorus memimpin jalannya upacara yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB. Momen ini menjadi pengingat sejarah ketika polisi memilih berpihak kepada Republik Indonesia pada 21 Agustus 1945. ISI:

SAMOSIR — Ribuan personel Polri di seluruh Indonesia memperingati Hari Juang Polri yang jatuh setiap 21 Agustus. Di Kabupaten Samosir, upacara dipimpin langsung oleh Wakapolres Kompol Manumpak H. Sitorus, S.H., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Apel Mako Polres, Jumat pagi.

Seluruh pejabat utama hingga personel Satuan Fungsi hadir mengikuti rangkaian acara yang berlangsung sekitar 30 menit. Puncak peringatan ditandai dengan pembacaan Naskah Proklamasi Polisi oleh Wakapolres.

Isi Naskah Proklamasi Polisi 1945

Dalam naskah bersejarah itu, dinyatakan komitmen kepolisian untuk bersatu dengan rakyat mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. "Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi, 17 Agustus 1945, dengan ini menyatakan Polisi sebagai Polisi Republik Indonesia," demikian bunyi teks yang dibacakan dalam upacara tersebut.

Teks ini pertama kali dicetuskan di Surabaya oleh Inspektur Polisi Kelas Satu Moehammad Jasin. Saat itu, polisi memilih berpihak kepada Republik dan menolak menjadi alat penjajah. Keputusan ini menjadi fondasi lahirnya Polri.

Mengapa 21 Agustus Ditetapkan sebagai Hari Juang Polri?

Sejarah singkat yang dibacakan Kabag Ops Kompol Eduar, S.H., mengungkapkan bahwa Hari Juang Polri lahir dari keberanian polisi melucuti senjata Jepang. Senjata itu kemudian dibagikan kepada para pejuang. Aksi tersebut berlanjut hingga masa melawan Sekutu serta Agresi Militer Belanda I dan II.

Penetapan resmi 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri diperkuat melalui Keputusan Kapolri Nomor: KEP/95/I/2024 tanggal 22 Januari 2024. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi menetapkan tanggal tersebut sebagai hari peringatan nasional institusi.

Amanat Wakapolres: Bukan Sekadar Seremoni

"21 Agustus bukan sekadar tanggal. Ini adalah bukti bahwa Polri lahir dari rahim perjuangan bangsa, bersama rakyat, untuk rakyat," tegas Kompol Manumpak H. Sitorus dalam amanatnya.

Bagi Polres Samosir yang bertugas di tengah masyarakat sekitar Danau Toba, momen ini dimaknai sebagai janji pengabdian. Upacara ditutup pada pukul 08.30 WIB dengan pembacaan doa oleh Briptu Muharram Syahri, S.H., dilanjutkan menyanyikan Hymne Polri. Situasi selama acara berlangsung aman dan tertib.

Turut hadir dalam upacara tersebut Iptu Boy Alexander Hutasoit, S.H. selaku Perwira Apel, Ipda Mirza Dhia Ul’haq, S.H., M.H. selaku Komandan Apel, dan Brigpol Dian Lestari Gultom, S.H. sebagai pembawa acara.

Reporter: Ragil
Sumber: suaramedannews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top