MEDAN — Produk UMKM Kota Medan berpeluang tampil di panggung ritel global setelah tim Uniqlo melakukan kurasi langsung terhadap puluhan produk lokal unggulan. Kegiatan yang berlangsung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan ini merupakan bagian dari program Showcase Uniqlo Neighborhood Collaboration.
Ketua Dekranasda Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, sengaja menghadirkan perwakilan Uniqlo untuk melihat langsung potensi yang dimiliki para perajin lokal. Ia ingin proses kurasi tidak hanya sekadar seleksi produk, tetapi juga membuka peluang baru bagi UMKM untuk berkembang dan memperluas pasar.
“Karena kurasinya UMKM, jadi saya ajak lokasinya langsung di Mustika Deli supaya Pak Christopher sama Bu Rika sekalian lihat-lihat UMKM kita yang lainnya,” ujar Airin saat ditemui di sela kegiatan.
Dalam proses kurasi tersebut, beragam produk karya pelaku UMKM ditinjau langsung oleh Airin yang didampingi Kadis Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar. Produk yang dikurasi meliputi makanan, aksesori, kain ulos, parfum, diffuser, pengharum mobil dan ruangan, cerutu, minyak Karo, minyak kemiri, sabun handmade, tas, tudung saji, hingga kerajinan berbahan eco print seperti tas dan koper.
Setiap produk diperhatikan dari sisi kualitas, keunikan, kemasan, hingga potensi untuk memperkenalkan identitas khas Kota Medan. Menurut Airin, produk UMKM Medan harus memiliki identitas, kualitas, dan keunikan yang kuat agar mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.
“Kita ingin produk UMKM Kota Medan punya identitas, punya kualitas, dan punya keunikan. Ketika orang melihat atau menggunakan produk tersebut, mereka bisa langsung mengenal bahwa ini adalah produk khas Kota Medan,” jelas Airin.
Perwakilan Uniqlo, Christopher Mogot, mengapresiasi keberadaan Mustika Deli yang dinilainya memiliki konsep berbeda dan berpotensi menjadi pusat oleh-oleh khas Kota Medan. Ia menilai produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari aksesori, kain, makanan ringan hingga produk minyak Karo, dengan penataan yang rapi dan bersih.
“Bagus banget. Aku yakin ini ke depannya bisa menjadi tempat oleh-oleh khas di Kota Medan. Produk-produknya juga pilihannya bagus-bagus. Aku senang juga, rapi banget, clean,” kata Christopher.
Dalam proses kurasi, Christopher menyebut terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian utama, di antaranya kerapian produk, variasi produk, serta kemampuan pelaku UMKM memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Menurutnya, kualitas produk yang baik harus diikuti kemampuan digital marketing agar produk dapat dikenal lebih luas.
“Yang pasti kita lihat dari yang pertama itu kerapian produknya. Kedua, variasinya. Ketiga, salah satu yang paling utama adalah Instagram-nya rapi atau tidak. Kita juga ingin mendorong UMKM untuk melek digital marketing,” jelasnya.
Christopher berharap UMKM Kota Medan dapat semakin naik kelas, meningkatkan pendapatan, serta membuka peluang pemasaran hingga wisatawan mancanegara dan pasar ekspor. “Harapannya pastinya naik kelas, cuan selalu, selalu cuan. Semoga ke depannya menjadi ajang untuk membuka kesempatan baru, mungkin bisa dijadikan oleh-oleh khas untuk foreigner, turis, atau lebih baik lagi ekspor,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM aksesori, Dina, mengaku sempat merasa gugup saat mengetahui produknya akan dikurasi oleh pihak Uniqlo. Ia berharap produk aksesori seperti bros yang dibuatnya dapat terpilih dan masuk dalam showcase Uniqlo.
“Awalnya dikabarin dari pihak Dekranas Kota Medan memang deg-degan, karena mau dikurasi dari Uniqlo sendiri. Saya merasa sudah cukup belum kerapiannya dan sudah enak atau cantik belum dilihat dari produk yang saya buat. Semoga produk yang saya buat bisa masuk ke showcase Uniqlo,” ungkapnya.